Minggu, 05 Juni 2011

Keep istiqomah, Positive thinking , be a succes, i think i can

tidak ada yang tidak mungkin”, serangkaian kalimat yang senantiasa mengingatkan bahwa semua ini hanyalah milikNya. Saat mata terlelap tidur, tidak akan terlihat suatu apapun kecuali sebuah mimpi. Aku ingin jadi dokter, yah ingat sekali. Kalimat inilah yang terucap dalam hati yang paling dalam sepontan saat aku mendengar sebuah ucapan dari orang tuaku dari hand phone ketika itu “le nomormu metu, sampean lulus le=jawa.(nak nomormu keluar, kamu lulus nak)”, terlihat emak tertaih dalam kata menahan haru, dari orang yang ia cintai, yang menjadi tumpuhan harapan kelak, sebuah harta yang tiada tara harganya. Sejenak aku terdiam, aku memandang langit yang tampak kehitam-hitaman bertanda rizki kan turun memberiakan setetes air bagi petani. Aku terharu, senang bercampur sedih. Senag aku bisa sekolah di tingkat universitas ternama di indonesia. Aku bisa sekolah semau ku. Aku menjadi maha siswa kedokteran yang tak pernah aku mimpi tuk bisa menjadi bagian dari mereka. Aku sekolah tanpa biaya ortuku. Sedih betapa berat amanah yang di berikan kepadaku , mampukah aku mengemban amanah ini dengan tanggung jawab yang tinggi. Ini adalah kesempatan sekaligus ujian dari Nya.
Waktu yang kunanti pun tiba, aku menjadi mahasiswa kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di sini FK lebih populer dikenal dengan PSPD (program study pendidikan dokter). PSPD dikenal elite, eklusif, namun satu lagi yang giman gitu, sombong.. gak juga kaleee. Disinilah saya menganal sipa loe, ni gue nih and bla bla bla... Pesantren adalah cekalan saya, mengingat saya nyantri hanya 3 tahun, namun itu harus membekas di jiwaku. Hari demi hari kulalui di PSPD, modul pertama adalah Kimia dasar, aku melongo apa an ini, jadi PSPD kayak gini, oww. Di sini saya mulai terpangaruh dan terhipnotis dengan kesan PSPD itu sulit, hati-hati di PSPD sulit, nanti stress lo, mendingan mundur dari sekaran. Hati ini goyah , bertanya-tanya iya nggak ya , iya nggak ya? Dan wah pas-pasan saya dapat nilai B. Bersyukur pada Nya adalah yang paling utama. Hingga satu semester aku lalui rasa itu senantiasa mengiringi, mengikuti, menjadi momok di sela-sela belajar ku. Aku berusha membuang rasa itu jauh-jauh. Semester satu berlalu walhasil, . syukur alhamdulillah aku mendapat IP 3,4. Dengan modal niat dan sungguh-sungguh serta mengharap ridho dari Nya, ku tantang rasa itu, okay kalau begitu semester dua ini saya harus bisa dan yakin bisa.
Saya menyadari bahwa saya harus percaya dengan keyakinan saya, yang menjadi acuan kelak pada masa ku. Jadi kerjakan apa yang bisa kerjakan have fun , lalui hari tanpa beban, namun bertanggung jawab. Tetap istiqomah, positive thinking, and a think i can.


1 komentar:

rico_IR mengatakan...

okay.. semoga menjadi harapan yang amta manis