Rabu, 28 Desember 2011

keajaiban itu milikmu

Teruntuk segala kejadian yang unik,  dan kadang tak masuk di akal..
Teruntuk segala hadiah,  walau hamba terlampau salah..
Teruntuk kasih sayang, walau hamba tersering bernoda..
Teruntuk berlarinya Engkau,  saatnya hamba berjalan..
Teruntuk hujan, hutan, dan  titik air mata dalam doa..
Terimakasih Allah.
Tiba-tiba saya terbangun dari tidur yang seharusnya tidak boleh. Ketiduran itu memang nggak baik, terlebih ba’da ashar. Mendapat sms, yang entah harus di maknai musibah dalam hadiah, atau hadiah dalam musibah. Ya. Ini tentang ajaibnya sesuatu.. tentang indahnya segala sesuatu yang menjadi rencanaNya..
Kapan sesuatu itu di sebut ‘keajaiban’? menurut opini saya pribadi, sesuatu di sebut keajaiban saat ia memenuhi dua syarat pokok. Syarat pertama; aneh. Kenapa harus aneh? Sebab segala sesuatu yang aneh, biasanya berada di luar akal. Berada di luar wilayah pikiran. Maka muncullah kalimat ‘aneh tapi nyata’. Kenapa harus ‘aneh’..? kalau nggak ‘aneh’ maka ia masuk dalam kategori kejadian yang biasa saja. Dan kejadian yang biasa saja, tentu bukanlah suatu keajaiban.
Memakna ‘aneh’ yang nyata kadang manusia tergelincir. Melupakan bahwa sebenarnya ada Dzat yang Maha Menghendaki. Jikalau Ia berkata ‘jadilah’, maka akan terjadilah apapun yang ia kehendaki. Sebetapapun anehnya kejadian, sebetapapun tidak masuk akalnya peristiwa tersebut. Kita sering lupa betapa Allah sangatlah sering menunjukkan kebesaranNya lewat keajaiban kisah para Nabi. Bagaimana Nabi Yunus bertahan di dalam perut ikan Paus, bagaimana Nabi Sulaiman menjadi pemimpin seluruh makhluk, dan lain sebagainya. Ternyata, kita sering lupa.
Kita lebih sering menganggap itu hanyalah kebetulan belaka. Padahal, dunia sudah menyepakati, “There is no coincidence..”. selalu ada Tangan Ghaib yang menjadikannya terjadi. Ada keterlibatan sesuatu yang Ghaib hingga peristiwa aneh itu terjadi. Buat saya, dan tentu seluruh muslim, itulah Allah. Dzat yang jiwa kita ada di genggamanNya. Yang seluruh malaikat bertasbih kepadaNya. Dzat yang telah Mencipta dan Mengatur alam semesta.
Syarat kedua sesuatu itu di sebut keajaiban adalah; Terjadi. Sesuatu yang aneh namun tidak pernah terjadi, agaknya itu hanyalah fantasi. Impian yang indah tapi nggak pernah terjadi. Utopis. Hanya angan-angan. Maka, keajaiban haruslah berwujud nyata di dunia. Pernah atau sedang terjadi. Kalau baru ‘akan terjadi’, sulit menyebut itu keajaiban. Cerita masa lalu yang bermuatan penuh keajaiban namun masih di pertanyakan kenyataannya, bukankah kita menyebutnya legenda..? Sesuatu yang tidak masuk di akal itu harus terjadi untuk bisa di sebut dengan keajaiban. Agar ia bukan sekedar angan, bukan sekedar harapan.
Nah, agaknya kita juga sering lupa. Bahwa yang bisa menjadikan segala sesuatu itu terjadi. Ya, lagi dan lagi, Dialah Allah.
Salah satu keajaiban yang mungkin nggak terlalu muluk adalah, terkabulnya doa yang sangat kita harap-harapkan, yang doa itu seperti agak mustahil untuk terwujudkan. Ya, sesuatu yang unik seandainya terjadi, namun Allah kabulkan. Pernah mengalami..?
Tentang ini, saya pernah nonton film yang di dialognya menyebut (translatenya), “Kalau engkau ingin melihat keajaiban, maka jadilah keajaiban itu sendiri..”. bayangkan, seandainya Allah jadikan diri kita perwujudan keajaiban, apalagi keajaiban yang selama ini kita impi-impikan. Saat itulah Allah sedang berbincang., “Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan..?”. saat itulah titik keimanan semestinya melonjak tinggi.
Di film itu juga, di sebut kejadian yang sebenarnya adalah keajaiban.. “Musa membelah lautan itu magic, anak sekolah yang mengatakan anti mencontek, itu baru keajaiban..”. seiring kalimat ini, rupanya Rasulullah sudah lebih dulu mengabarkan keajaiban pemuda, 14 abad silam. Rasulullah mengabarkan bahwa satu golongan yang akan selamat di padang Mahsyar nanti adalah pemuda yang rajin ke masjid. Hari ini, bisa kita lihat tingkah polah mereka yang masuk golongan ‘pemuda’. aurat terbuka itu biasa. Adzan kumandang cuek saja, dan lain sebagainya. Maka nggak berlebihan kalau hari ini kita sebut, pemuda yang rajin ke masjid, gemar baca buku, senang ngaji, itu keajaiban. Nah, sudahkah kita menjadi bagian dari keajaiban itu..?
Ada sebuah kalimat indah, “Allah akan mengabulkan doa hambaNya yang merintih..”, ah, saya lupa lengkapnya.. intinya, Allah akan kabulkan doa kita, di saat titik kritis. Saat titik dimana kita nggak mampu lagi menahan pedihnya kegagalan, saat kita sudah nggak paham harus ikhtiar seperti apalagi. Nah, buat saya.. di situlah saat keajaiban itu terjadi. Di situlah saat Allah mulai dialog dengan kita. Di situlah saat kebingungan melambung tinggi lewat kalimat, “kok bisa ya..”. di situlah kebahagiaan membuncah luas. Ya, saat keajaiban itu mewujud lewat diri kita, lewat impian kita, lewat jawaban Allah atas doa-doa kita.

Selasa, 08 November 2011

“Never Leave History”


Bung Tomo merupakan tokoh pemuda yang terkenal karena heroismenya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA (Inggris dan sekutu). Heroisme Bung Tomo  tidak bisa dipisah dari pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Atas jasa-jasa perjuangannya, Bung Tomo didaulat sebagai Pahlawan  Indonesia pada 10 November 2008.
Sebagai seorang jurnalis, pada Oktober dan November 1945, Bung Tomo berusaha membangkitkan semangat rakyat Surabaya melalui radio-radio untuk memperjuangkan darah kemerdekaan. 
Puluhan ribu bahkan ratusan ribu rakyat Indonesia tewas karena melakukan perjuangan maupun disiksa oleh penjahat-penjahat Belanda, Inggris cs dan Jepang selama menjajah nusantara. Teruntuk bagi para pejuang kemerdekaan, mereka rela meninggalkan istri, anak, orang tua, harta untuk merebut kemerdekaan. Hal terbesar adalah mereka mengorban keringat, darah bahkan nyawa untuk membela, memperjuangkan rakyat Indonesia bebas dari belenggu penjajahan, penindasan.
Seberapa pentingkah kemerdekaan bagi rakyat Indonesia pada saat itu?  Hanya satu kalimat “Merdeka atau Mati!”. Merdeka dalam artian merdeka secara politik, berdirikari dalam bidang ekonomi, dan terbebasnya belenggu penindasan dan kemiskinan. Untuk mencapai itu semua, segenap rakyat Indonesia dari sabang ampai marauke yang terjajah oleh Belanda selama 350 tahun terus berjuang dan bertempur. Semua suku melakukan usaha yang sama untuk mengusir penjajahan (Belanda, Jepang, NICA). Atas darah, nyawa dan harta, maka berdirilah NKRI yang merupakan hasil perjuangan segenap bangsa Indonesia. Berdirinya NKRI merupakan hasil akumulasi perjuangan atas segenap suku, agama dan kelompok di Indonesia.
Pahlawan Masa Kini
Sudah 66 tahun Indonesia merdeka, sudah 13 tahun pula reformasi bergulir, namun masih berjuta-juta rakyat Indonesia belum layak disebut merdeka. Mereka hidup dibawah kerangkengan nasib hidup yang tidak menentu. Tiada rumah seindah istana, yang ada hanyalah gubuk reyok atau dinding-dinding karton di bawah jembatan. Ditengah puluhan juta angka kemiskinan dan pengangguran serta utang negara yang membengkak, korupsi merasuk di setiap lini kehidupan. Distorsi penegakan hukum terjadi, yang kaya dan berkuasa dapat bebas dari dakwaan, sementara yang miskin dan tiada kuasa tidak berdaya menghadapi penguasa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya”
—Bung Karno – Pidato Hari Pahlawan 10 Nop. 1961—
Berbagai aduan kasus pidana yang melanda penguasa tidak tersentuh  oleh penegak hukum (Dana Pilpres 2004 dan Dana Pilpres 2009). Kuncuran dana bailout Century yang membengkak hingga Rp 6.7 triliun menjadi salah satu kasus yang belum terkuak. Bagaimana pula dengan dugaan kriminilasi para pimpinan KPK? Jika demikian, apakah masih perlu kita repot-repot mengadakan peringatan Hari Pahlawan 10 November? Bukankah lebih baik kalau perhatian kita dicurahkan kepada pemberantasan korupsi, yang sudah jelas-jelas mendatangkan kerusakan parah di bidang moral, dan menyebabkan kerugian begitu besar kepada negara dan rakyat? Apakah peringatan Hari Pahlawan masih ada artinya, ketika persatuan dan kesatuan bangsa kita sedang dikoyak-koyak oleh berbagai sentimen negatif kesukuan dan dikotori pertentangan agama?

Degradasi moral, perilaku diskriminatif serta koruptif  merupakan masalah tersendiri. Namun, peringatan Hari Pahlawan merupakan momen yang sama pentingnya selama seluruh rakyat Indonesia mendapat esensi peringatan tersebut. Apa itu? Semangat revolusioner, semangat berjuang, semangat berkorban dan berkarya bagi bangsa dan negara. Itulah esensi. Itulah nilai moral yang harus ditanamkan pada rakyat, terutama para pemimpin. Janganlah mencari ‘makan’, ‘intan permata’, ‘prestise’ di kursi kekuasaan.
Karena situasi negara dan bangsa sudah begini bobrok, maka kita semua perlu mengangkat tinggi-tinggi jiwa agung dan revolusioner yang terkandung dalam Hari Pahlawan. Salah satu tokoh nasional yang paling menonjol dalam mengangkat arti para pahlawan dalam perjuangan pembebasan bangsa adalah Bung Karno. Dalam pidato Hari Pahlawan 10 November 1961, Presiden Soekarno berpesan Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya“.
Pahlawan seperti apa? Pahlawan disini adalah orang yang berjuang dengan keringat, darah bahkan nyawa tanpa pamrih demi kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara. Dalam berbagai kesempatan Bung Karno menjadikan Hari Pahlawan sebagai sarana untuk mengingatkan kepada seluruh bangsa (terutama angkatan muda) bahwa sudah banyak pejuang-pejuang telah gugur, atau mengorbankan harta-benda dan tenaga mereka, untuk mendirikan negara RI. Mereka rela berkorban, supaya kehidupan rakyat banyak bisa menjadi lebih baik dari pada yang sudah-sudah. Mereka telah berjuang  jauh sebelum selama revolusi kemerdekaan 1945, untuk menjadikan negara ini milik bersama, guna menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Melalui peringatan Hari Pahlawan 10 November, mari kita tekad bersama untuk menjunjung tinggi-tinggi semangat revolusioner dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Ganyang koruptor! Ganyang Kemalasan! Ganyang pejabat publik busuk!
Selamat Hari Pahlawan. Bangkitlah Indonesiaku!


Kamis, 03 November 2011

Doctor is easy


Tersirat sebuah hadits nan indah dari baginda agung Muhammad SAW ; “al ajru biqodri atta’ab”, yang artinya suatu pahala/ganjaran (hasil) tergantung usaha/ kerja keras.  Mengingat hal itu, tentu mengaraha beberapa sudut masa kehidupan, dari urusan kualitas agama, pekerjaan, hubungan denga orang lain, dan juga yang palng menarik adalah urusan belajar. Saya seorang maha siswa yang saat ini menjalani hal itu. “masa pagi” adalah saat-saat mencari sosok kepribadian. Yaitu masa dimana kita menggali selurh potensi yang ada dalam diri.
Belajar dari pengalaman, sejak itulah saya mulai berfikir, saya kuliyah hanya memegang amanah dari negara, tentu tanggung jawab amatlah menjadi suatu keharusan yang mutlak. Menjadi dokter adalah impian yang sekarang aku wajibkan, sehingga sekarang saya punya nama Calon Dokter. “Jadi dokter bukanlah mudah”, cetus salah satu dosen ku. Namun terdengar itu, rasa loyo mulai menguasai sebagian dari jasad ku. “Oww tidak bisa”, pikirku menantang. Tentu semua sesuatu di muka bumi ini tidak ada yang susah, semuanya mudah bukan?  
Kesimpulannya adalah “Menjadi dokter itu mudah”. Dengan memaksimalkan kemampuan dan tetap istiqomah dan sabar, pasti bisa semngat buat dr. Rico.  

Rabu, 02 November 2011

Memanusiakan diri

Di atas segala nafsu, ambisi, kompetisi, kepentingan, keyakinan, dan ego diri; setiap orang sesungguhnya selalu berharap untuk bisa hidup dalam bahagia dan damai. Mendapatkan damai dan bahagia bukanlah persoalan instan; tapi memerlukan upaya untuk menyadarkan diri sendiri secara terus-menerus untuk bisa bersahabat dengan keragaman, perbedaan, pergumulan, dan kompetisi kehidupan. 

Salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup adalah dengan menyeimbangkan pola kehidupan melalui jalan holistik. Hidup dalam jalan holistik berarti hidup secara autentik dalam suatu himpunan nilai-nilai kemanusiaan untuk diri sendiri dan orang lain. Hidup secara autentik berarti bertindak, berpikir, melibatkan diri, mewujudkan diri, dan mempartisipasikan diri melalui kemurnian, ketulusan, dan keikhlasan diri sendiri tanpa pengaruh oleh hal-hal perbedaan untuk mencintai kemanusiaan dan kehidupan.
Di butuhkan pengisian nilai-nilai kemanusiaan dalam tiga pilar diri sejati, yaitu: pilar raga, pilar jiwa, dan pilar pikiran. Pilar raga membutuhkan nilai, olah raga, aktivitas kehidupan, dan nutrisi yang secara alamiah dan sederhana mampu melakukan pengobatan kepada diri sendiri agar diri selalu terkendali dalam pengaruh hidup sehat. Pilar jiwa membutuhkan nilai-nilai syukur, ikhlas, mencintai, melayani, tulus, peduli, hati nurani, dan aktivitas kehidupan dalam jalan Tuhan untuk kebahagiaan dan kedamaian di dalam keragaman dan perbedaan. Pilar pikiran membutuhkan pengetahuan, pemecahan masalah, keterampilan, akal sehat, logika, wawasan, dan kemauan untuk terus menjadi pembelajar seumur hidup.

Menjadi pribadi yang holistik berarti cerdas mengelola tiga pilar diri sejati dengan nilai-nilai kehidupan yang memanusiakan diri sendiri dan orang lain. Saat Anda mampu memanusiakan diri Anda untuk mendapatkan energi bahagia dan damai dalam semua aspek kehidupan Anda, maka saat itu Anda akan memiliki kehidupan yang holistik. Kehidupan yang holistik diperlukan agar diri sejati bisa bersahabat dengan fisik yang sehat, emosi yang terkendali, dan pikiran positif dengan berbagai kecerdasan kreatif untuk kebaikan semua orang.

Kepribadian yang holistik pasti mampu menghindarkan perilaku dari sifat dendam yang muncul oleh nilai-nilai negatif yang tersimpan lama di dalam pikiran bawah sadar, serta yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan emosi. Menyeimbangkan fisik, emosi, dan pikiran dalam satu integritas diri sejati yang autentik akan menghindarkan diri dari segala jenis penyakit fisik, emosi, dan pikiran

Jumat, 28 Oktober 2011

App. Tumbang: ASI vs Susu Formula


Dalam hidup memang diharuskan menentukan sebuah pilihan, tentunya yang paling baik untuk diri kita diantara pilihan yang ada. Namun ada kalanya segala sesuatu yang kita pilih belum tentu yang terbaik. Untuk itulah kita saling berbagi dalam berbagai hal termasuk pengalaman hidup dengan tujuan supaya bisa menentukan mana yang paling baik untuk diri sendiri, keluarga dan juga sahabat.
Demikian juga ketika kita lebih memilih tidak mempunyai anak atau mempunyai anak. Ketika memilih melahirkan dengan cara normal atau secara operasi caesar. Ketika lebih memilih menyusui bayi atau memberikan susu formula sejak dilahirkan. Kecuali kita dihadapkan pada suatu kenyataan dimana tidak bisa memlilih dan harus dilakukan karena alasan kesehatan, keselamatan jiwa atau medis.
Tulisan ini berdasar pengalaman keponakan saya yang lebih memilih memberikan susu formula pada anaknya dan pengalaman saya yang kekeh untuk tetap memberikan ASI ekslusif yaitu hanya memberikan ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman yg lain. Lalu dilanjutkan dengan tetap menyusui sampai si kakak dan si adik berumur 2 tahun bahkan lebih beberapa bulan karena sulitnya proses menyapih.

Memang menyusui bukan hal yang mudah namun juga tak sulit ketika kita punya kemauan dan tentunya dukungan lingkungan sekitar terutama suami dan keluarga. Menyusui si kakak tentu berbeda dengan ketika menyusui si adik, karena kakak yang notabene anak pertama dimana belum punya pengalaman dalam mengurus bayi juga dalam hal menyusui. Butuh perjuangan yang ekstra untuk tetap bisa memberikan ASI ekslusif bagi si kakak. Pengalaman pertama, posisi yang tidak tepat ditambah puting yang lecet dan kadang luka, stres karena takut si kakak masih lapar dll. Justru hal inilah yang membuat produksi ASI jadi terhambat. Ini juga pernah saya alami. Namun saya tak pernah putus asa dan tetap berjuang untuk bisa memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Dengan tambahan obat perangsang yang berbahan dasar sari daun katuk juga dengan mengkomsumsi berbagai sayuran segar yang dikenal sebagai perangsang untuk memperlancar produksi ASI seperti daun katuk, pepaya muda, kedelai, kacang hijau, daun pepaya dll. Alhamdulillah 6 bulan bisa memberikan ASI, malahan diteruskan sampai 2 tahun.

Beberapa kali kadang ada saudara atau teman yang menyarankan untuk menambahkan susu formula, dengan alasan supaya anak kelihatan montok. Memang si kakak berat lahirnya hanya 2,7 kg jadi tampak mungil dibanding si adik yang lahir dengan berat 3,4 kg. Dan tentu saja, anak dengan susu ASI tidak semontok yang mengkonsumsi susu formula. Susah memang ketika dihadapkan pada mitos bahwa anak yang gemuk dan montok adalah anak yang sehat. Padahal bukan seperti itu kenyataannya. Beruntung saya tidak tergoda dengan anjuran tersebut juga iklan produk susu formula yang banyak berseliweran di televisi. Berbekal dengan beberapa pengetahuan tentang pentingnya ASI yang saya baca dari beberapa tabloit atau majalah khusus ibu dan anak baik selama masa kehamilan atau setelah melahirkan.  Alhamdulillah anak anak walaupun tidak gemuk tapi cukup kuat daya tahan tubuhnya. Terkadang ketika kami orang dewasa dirumah terserang flu berat, mereka tetap sehat.
Dan, apa yang saya lakukan berbeda dengan apa yang keponakan saya lakukan. Anak semata wayangnya yang bernama Aldo sudah diberikan susu formula sejak dilahirkan. Bahkan sudah dipersiapkan sejak masih dalam kandungan, yang katanya susu formula paling bagus dan impor karena harganya yang mahal. Akhirnya Aldo lebih asyik minum dengan botol daripada menyusu pada ibunya. Tentu, karena mengisap dari botol tidak memerlukan perjuangan seperti ketika harus menyusu. Aldo menjadi malas menyusu, dan akhirnya si ibu kelimpungan sendiri karena mengeluh sakit pada payudara yang bengkak. Sementara saking asyiknya, kadang susu dalam botol besar habis dalam hitungan menit saja.

Berkali-kali saya anjurkan untuk tetap memberikan ASI dan dicoba dengan sabar. Namun sayangnya si ibu sudah patah semangat dan lebih suka memberikan susu formula dengan alasan tidak repot apabila harus ditinggal kemana-mana dan lebih santai tentunya karena bisa dihandle oleh orang lain, dan si ibu bisa istirahat. OK, kalau itu alasannya bagaimanapun itu sebuah pilihan.
Nah, minggu lalu Aldo yang genap berumur 2 tahun tepat di hari lahir Indonesia itu harus dirawat di rumah sakit. Karena panas tinggi sampai kaki seperti lumpuh dan pandangan kosong. Ini adalah puncak dari sakit yang beberapa bulan terakhir ini karena badannya selalu panas turun tidak menentu. Awalnya, dokter mengira terkena tipus namun hasil test darah negatif dan baik. Lalu dilakukan test urine. Ternyata Aldo mengalami gangguan pada pencernaannya akibat terlalu banyak mengkonsumsi susu formula secara berlebihan dan mungkin percernaannya tidak kuat. Memang,  keponakan saya bercerita kalau dalam sebulan dikeluarkan 1-1.5 juta hanya untuk membeli susu formula. Apalagi Aldo malas makan dan lebih senang menyusu. Pada umur lebih 6 bulanpun tetap mengkonsumsi 80% susu formula dibanding makanan tambahan. Badannya gemuk sekali, bisa dibilang obesitas. Pada umur 1.5 tahun lebih belum juga bisa bicara lancar, malas merangkat, duduk harus disangga apalagi belajar jalan. Sangat berbeda dengan si kakak yang sudah berlari umur 11 bulan juga lancar bicara. Dan si adik umur 13 bulan sudah bisa berjalan dan bicara sepatah kata (si adik lebih lambat dari si kakak).
Gencarnya iklan dari produsen susu formula dengan iming-iming penambahan asam lemak  AA dan DHA, yang konon katanya menambah kecerdasan menjadi sebuah dilema bagi orang tua. Padahal ASI mengandung zat yang paling tepat untuk bayi, lebih aman dan mengandung antibodi juga mengandung asam lemak dengan ukuran yang pas untuk meningkatkan kecerdasan anak. Apalagi ketika beberapa hari setelah melahirkan adalah masa emas dimana masih mengandung kolostrum yang kaya akan zat antibodi.

Beberapa rumah sakit khusus ibu dan anak sudah mencanangkan program inisiasi dini menyusui. Saya juga sempat mengalami ketika melahirkan si adik pada tahun 2007. Dimana begitu si adik lahir dengan keadaan badan belum dimandikan, hanya sekedar dilap kering saja lalu diletakkan di dada. Dengan perlakuan alami ini dengan harapan si adik akan mencari puting susu dan mengisapnya. Dan menurut dokter, bayi yang usai dilahirkan bisa bertahan tidak menyusu selama 10 jam jadi tidak usah terlalu risau ketika ASI belum keluar sehabis melahirkan.

Masih segar dalam ingatan pada tahun 2006 heboh dengan berita beberapa susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii yang sangat berbahaya. Dapat mengakibatkan peradangan saluran pencernaan, infeksi peredaraan darah dan infeksi pada lapisan urat syaraf tulang belakang dan orak.  Belum lagi dalam status facebook banyak teman yang mengeluh harga susu formula yang melonjak naik akhir-akhir ini. Padahal sebenarnya kita diberikan pilihan untuk bisa memberikan ASI yang gratis tanpa biaya apapun. So, kembali kepada pilihan masing-masing atau memang susu formula sudah menjadi gaya hidup?

Iya memang, terkadang banyak teman yang bercerita kalau anaknya minum susu produk A , B atau C dengan harga yang cukup mahal, sekaleng kecil 400 gram saja sekitar 150rb. Namun apakah harga mahal sebuah jaminan? Atau pemberian susu formula adalah sebuah gaya hidup modern dan menyusui adalah sebuah hal yang kuno? Dengan menyusui kita akan merasa semakin sempurna menjadi seorang ibu dengan ikatan psikologis yang lebih kuat ketimbang dengan botol. Kecuali memang kita diharuskan memberikan itu karena sebuah keterpaksaan dengan alasan medis misalnya untuk bayi prematur atau alasan lainnya.

Kamis, 27 Oktober 2011

Sumpah Pemuda atau Sampah Pemuda


Tanggal 28 Oktober menjadi catatan sejarah bagi bangsa Indonesia. Pada saat itu, para pemuda Indonesia hadir dalam Kongres Pemuda Kedua di Jakarta yang diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Pada penutupan Kongres Kedua ini dibacakan rumusan hasil kongres. Hasil rumusan kongres itulah yang disebut sumpah  pemuda.

Sumpah pemuda merupakan awal dari kelahiran bangsa Indonesia. Dimana selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan penjajah.  Kondisi ketertindasan ini mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad memperjuangkan kemerderkaan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya  pada tanggal 17 Agustus 1945.

Mengapa sumpah pemuda merupakan awal kelahiran bangsa Indonesia?. Menurut Imran Thahir (2010) dalam tulisannya Membaca Kembali Makna Sumpah Pemuda, Peristiwa sumpah pemuda memberi hikmah. Pertama,sumpah pemuda sebagi catatan penting dalam mempersatukan perjuangan pemuda dan perjuangan bangsa secara terpadu.
Kedua, Sumpah Pemuda meletakkan arah dan tujuan perjuangan menentang kolonialisme. Sehingga, ketiga, Sumpah Pemuda sejatinya adalah genealogi-politik menuju proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Penulis sependapat dengan Imran Thahir, kerena proklamsi kemerderkaan Indonesia tidak akan terwujud jika pemuda tidak mempersatukan diri. Cita-cita luhur para pemuda yang hadir dalam kongres membawa semangat bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.  

Sejarah dan Realita

Sejarah telah menunjukkan betapa besarnya kebulatan tekad para pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan merupakan harga mati yang harus dicapai. Sedangkan realita telah memperlihatkan bahwa pemuda hari ini tidak mampu mengisi dan mempertahankan kemerdekaan tersebut. Mengapa demikian?. Persatuan dan kesatuan para pemuda mulai terkikis. Hedonisme dan apatisme telah mendarah daging dalam menjalankan kehidupan. Padahal dalam kondisi berbeda, terlepas dari belenggu penjajah, seharusnya mengisi dan mempertahankan kemerdekaan bukanlah pekerjan sulit. Hanya butuh tekad bulat untuk melepaskan diri dari belenggu para penguasa di negeri ini. Penguasa yang dapat dikatakan zhalim terhadap rakyat.

Sayangnya, sikap negatif seperti tawuran, narkoba dan foya-foya sudah menjadi ikon kebanggaan para pemuda. Sikap ini tak terlepas dari kegagalan pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan. Pemerintah seakan melepas tanggungjawabnya kepada pihak lain untuk mengurus pendidikan. Sehingga pendidikan beralih fungsi dari institusi yang menanamkan nilai-nilai moral menjadi lahan basah untuk mencari keuntungan melalui privatisasi dan komersialisasi pendidikan. Nilai-nilai moral yang seharusnya diberikan di dalam dunia pendidikan pun sering dikesampingkan. Menurut Moehammad Yamin dalam Kongres Pemuda Kedua, pendidikan merupakan salah satu faktor dalam memperkuat persatuan Indonesia. Artinya, tanpa pendidikan persatuan Indonesia tidak akan terwujud.

Peranan Institusi Pendidikan

Perilaku negatif yang melekat pada para pemuda hari ini setidaknya menjadi pelajaran bersama bagi kita semua terutama pemerintah. Jika tidak dicegah, akan berakibat fatal bagi bangsa kedepannya. Bangsa ini kini mulai kehilangan pemuda-pemuda yang bisa diharapkan. Tokoh-tokoh seperti Moh. Yamin, Syahrir dll yang mewakili semangat pemuda belum terlihat hari ini. Jika ada, hanya dapat dihitung dengan jari. Lalu bagaimana, cara memunculkannya kembali?. Inilah tugas dari institusi pendidikan.

Pasal 31 Ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sitem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Pasal tersebut mengisyaratkan bahwa melalui pendidikan, peningkatan keimanan dan ketakwaan akan dapat terwujud sehingga genarasi muda memiliki nilai-nilai moral dalam menjalankan kehidupan.

Namun pergeseran tujuan pendidikan kearah privatisasi dan komersialisasi, membuat penyelenggara pendidikan lupa akan tujuan utamanya. Memberikan pendidikan sebaik-baiknya sebagai bekal masa depan. Bukan sebaliknya menjadikan siswa dan mahasiswa sebagai “sapi peras” untuk mencari uang. Tawuran antar pelajar maupun antar mahasiswa, mencotek yang membudaya, bolos sekolah atau kuliah merupakan akibat dari kegagalan penyelenggara pendidikan. Pola belajar yang membosankan, malas mengajar, hubungan emosial antara siswa dengan guru atau mahasiswa dengan dosen yang tidak terjalin secara tidak langsung menjadi penyebab kegagalan ini. Sehingga diperlukan evaluasi pendidikan secara mendalam. Mulai dari pola belajar mengajar sampai kepada kesejahteraan guru dan dosen.   

Momentum Hari Sumpah Pemuda

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2011 merupakan momentum untuk merenungkan kembali perjuangan bangsa ini. Dimana pada tangal 28 Oktober, para pemuda bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tumpah Darah yang Satu, Bangsa yang Satu, Bahasa yang Satu yaitu Indonesia telah tertanam di dalam semangat perjuangan mereka. Walaupun harus berhadapan dengan penjajah.

66 tahun merdeka, lepas dari belenggu penjajahan, seharusnya pemuda hari ini dapat berbuat lebih baik daripada pemuda sebelumnya. Jika tidak, pemuda hari ini tak lebih dari  pemuda “sampah” yang akan menjadi benalu bagi bangsa Indonesia. Sehingga sumpah pemuda seiring waktu akan lenyap dimakan sejarah. Bangkitlah pemuda Indonesia!

Senin, 08 Agustus 2011

Refleksi Diri Tentang Kunjungan ke Panti Werdha

Sebuah kenyataan dalam hidup. Suatu waktu saat perjalananku menuju pendidikan dokter tepatnya akhir semester dua, terdapat sebuah modul pungkasan yaitu pengenalan praktik klinik atau disebut clinical reasoning. Tugas magang selama satu hari di sebuah panti sosial yang bertujuan mengenal sekaligus mengaplikasikan praktik empati seorang dokter. Disini kita melakukan kegiatan yaitu mengikuti kegiatan untuk mengenal, membantu merawat dan menghibur para penghuni panti. Tepatnya Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 Margaguna, di Jln. Margaguna No. 1 Radio Dalam, Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Tresna Werdha Budi Mulia 4 Margaguna merupakan unit pelaksana teknis bidang kesejahteraan sosial lanjut usia. Terdaftar dalam Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Panti ini memberi pelayanan kepada masyarakat. Khususnya para lanjut usia yang tidak mampu. Tresna Werdha diresmikan oleh Menteri Sosial, Nani Soedarsono SH pada 20 Februari 1988 silam. Semua mahasiswa dibagi tiap kelompok, dan memasuki masing-masing ruangan baik ai ruangan laki-laki dan perempuan. Saya bertugas tepatnya di ruangan perempuan (nenek), yaitu di ruang mawar di mana terdapat 20 lansia perempuan yang saya menilai nya mereka tampak mandiri dengan aktifitas di panti.
Rabu 3 ramadhan aku menyambangi mereka di sana. Rasanaaya tetesan air mata ini jatuh namun tertahan kan oleh lincahnya dan lucunya para kakeh dan nenek tak ubahnya anak-anak kecil. Betapa cerita mereka saat wawancara dan mengobrol sangatlah ternyuh, mengingatkan nenekku yang begitu menyayangiku. Memang saat yang tepat yaitu bulan ramadhan, waktunya berkasih kepada sesama apa lagi kaum lansia yang lemah.
Saya masuk ke ruangan dan berkenalan satu persatu dengan lansia, berbagai wajah yang aku temui di sana dari ruang ke ruangn lain. Ku tanggapi percakapan mereka satu persatu dengan seksama, layaknya nenkku sendiri. Mengerti akan keadaan mereka adalah hal yang sangat penting, sebagai ukuran pasien saat jadi dokter.
Saya membuka wawancara dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dan lama wawancara. Beliau pun antusias semangat dan menjawab denga jelas , bahkan merasa kurang jika keberadaan kami hanya beberapa jam. Dengan bahasa yang lembut dan berusaha mengertikan bahasa ku ucapkan dengan mimik wajah dan verbal yang jelas. Selain itu saya juga memberikan perhatikan dengan duduk disamping dan membantu nenek membersihkan tempat nya. Saya juga sedikit memeberikan pengertian dalam hubungannya dengan Tuhan atau agama yang dianutnya terutama bila klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian. Pendekatan ini cukup efektif terutama bagi klien yang mempunyai kesadaran yang tinggi dan latar belakang agama yang baik. Klien dulunya tinggal bersama anak beserta menantunya. Klien dititipkan di panti werdha karena kesibukan anaknya agar klien lebih terurus dan banyak teman. Sejak saat klien masuk panti werdha, klien merasa terbuang dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial di panti tersebut. Seringkali klien menangis, diam tak berbicara walaupun diajak berkomunikasi. Meski terlihat apatis, klien tetap beribadah seperti biasanya.Berbicara hanya seperlunya, terlihat diam, acuh tak acuh, dan menangis saat diajak berbicara. Kontak mata kurang baik ketika diajak berbicara, dan banyak menunduk. Keadaan emosi terlihat murung dan sedih. Namun mereka mengaku lama-kelamaan terbiasa untuk senang dengan keadaan saat ini.
Dengan membuat suasana dan keadaan klien senang dan puas serta agar tidak emosi misalnya dengan mengiyakan, senyum, mengannguk kepala ketika klien mengungkapkan perasaannya sebagai sikap hormat dan menghargai selama lansia berbicara. Dengan demikian diharapkan klien termotivasi untuk mandiri dan berkarya sesuai kemampuannya. Dan memberika semangat dan motivasi deng mengatakan “saya yakin ibu, lebih tenag disini dan lebih enak makan enak, teman enak , dsb,” ... sambil tertawa kecil, klien pun ikut tertawa.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa klien lansia umumnya mengalami perubahan yang terkadang merepotkan dan kekanak-kanakan. Perubahan ini harus disikapi dengan sabar dan ikhlas , misalnya memberikan suasana terbuka, akrab, santai, bertatakrama dengan posisi menghormat dan harus memahami keadaan lansia, menyediakan waktu ekstra bagi lansia untuk menjawab pertanyaan, mendengar aktif, menjaga kontak mata.
Dan akhirnya banyak yang aku dapat dari pelajaran itu. Bagaiman keadaan klien jika sebagai pasien saya kelak. Dan sekarang sedikit tergambar apa yang seharusnya aku lakukan ketika jadi dokter.

Rabu, 03 Agustus 2011

Ramadhan Berkah

Sebagaimana diketahui bahwa puasa adalah salah satu ibadah terbesar dan sebaik-baiknya amalan ketaatan. dan puasa ramadhan adalah puasa tertinggi dan wajib hukumnya bagi semua muslim. Allah menyatakan bahwa amalan puasa adalah untuk-Nya dan Dia langsung yang memberi balasan yang berlipat-lipat, dikhususkan dengan pintu surga dan dipanggillah orang-orang yang berpuasa darinya untuk masuk, tidak akan memasuki surga lewat pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa.

Banyak sekali keutamaan puasa pada bulan ramadhan yang dikabarkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. diantara keutamaan puasa ramadhan adalah sebagai berikut :

1. Bahwa puasa juga diwajibkan atas ummat sebelum kita. Allah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqoroh : 183)

Jika puasa bukan sebuah amalan yang agung, maka tidak mungkin puasa juga diwajibkan atas ummat-ummat sebelum kita. walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita, artinya bukan pada bulan ramadhan yang diwajibkan atas mereka, akan tetapi amalan puasa itu tersendiri telah diwajibkan atas mereka yang menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung.

2. Puasa adalah sebab diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : "Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau." (Muttafaq 'Alaihi)

Iman maksudnya beriman dengan Allah dan ridho atas diwajibkannya puasa ramadhan. pengharapan yaitu mengharap balasan dan pahala dari Allah. Jika seseorang telah yakin dan ridho akan kewajibannya berpuasa serta tidak benci atas kewajiban puasa ramadhan, yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

3. Bahwa pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi pahalanya diberikan kepada orang yang berpuasa tanpa ada perhitungan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
كل عمل ابن آدم له يضاعَف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف ، قال الله تعالى : إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به ، يَدَعُ شهوته وطعامه من أجلي

Artinya : "Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku." (HR Muslim)

4. Dua kabahagiaan bagi orang yang berpuasa. yaitu kebahagiaan ketika berbuka puasa setelah menahan nafsu, lapar dan dahaga sehari penuh. dan kebahagiaan ketika menjumpai Allah diakherat dengan dimasukkannya kedalam surga-Nya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه

Artinya : "Untuk orang yang berpuasa dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika berbuka puasa. dan kebahagiaan ketika menemui Tuhannya." (Muttafaq 'Alaihi)

5. Bahwa amalan puasa memberi syafaat kepada yang mengamalkannya. seperti Al-Qur'an yang memberi syafaat diakherat kepada orang yang membacanya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة , يقول الصيام : أي رب منعتُه الطعام والشهوة فَشَفِّعْنِي فيه , ويقول القرآن : منعتُه النوم بالليل فَشَفِّعْنِي فيه , قال : فيشفعان

Artinya : "Puasa dan Al-Qur'an memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. puasa berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat maka berikanlah syafaat. Al-Qur'an berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari tidur dimalam hari maka berilah syafaat. Rosulullah berkata : maka keduanya memberi syafaat." (HR Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim)

Itulah 5 keutamaan puasa ramadhan. dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang berkaitan dengan amalan puasa. dengan diwajibkannya amalan-amalan bukan saja memberikan pahala bagi kita, bahkan menjadikan kita sebagai makhluk yang utama dan penuh dengan masa depan yang cerah. semoga kita dijadikan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat dan ridho dengan semua keputusan-Nya

merajut kasih di bualan ramadhan

Impian semua orang di dunia ini adalah mendapat kasih sayang dari sang Khalik maupun makhluk. Ketika usia adalah menjadi ukuran hidup manusia di dunia. Banyak manusia-manusia menganggap mati adalah datang ketika usia tua. Hal ini tentu tidak di benarakn, mati adalah takdir yang Allah berikan tabnpa sepengetahuan manusia atau siapapun.
Jalan-jalan di suatu tempat memberikan banyak sekali pelajaran untuki mnggapai kasih Nya Ilahi. Suatu ketika saya mengenali tempat dimana banyak sekali orang-orang tua yang butuh kasih sayang mereka yang pernah ia sayangi yaitu anaknya. Dari berbagai latar belakang mereka datang, dari berbagai suku ia dibiasakan, bahkan dari berbagi agama ia dibesarkan. Itulah panti werdha budi mulya margaguna di daerah radio dalam jaksel.
Rabu 3 ramadhan aku menyambangi mereka di sana. Rasanay tetesan air mata ini jatuh namun tertahan kan oleh lincahnya dan lucunya para kakeh dan nenek tak ubahnya anak-anak kecil yang baru belajar berjalan. Perjalanan manusia amatlah singkat, ketika manusia berawal dari tetesan air hina yang nerkembang menjadi kandungan di perut orang tua, dan lahir tanpa sehelai kain pun, tidak tahu akan kehidupan dunia ini. Di ajarkan dan dirawatlah oleh orang tua dengan penuh kasih sayang. Agar kelak menjadi orang yang berguna di duina maupaun akhirat.
Dalam istilah, belajarlah di waktu pagi, bekerjalah di waktu siang, makanlah di waktu sore, dan tidurlah di waktu malam. Ungkapan ini jelas menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari yang menjadi ungkapan untuk cerita hidup manusia. Kita belajar ketika usia kita masih mudah, masih semngat yakni di waktu pagi hari. Dan setelah mengetahui banyak hal kita bekerja dari bekal ilmu yang telah kita pekajari di waktu muda untuk urusan dunia dan akhirat. Kemudian setelah bekerja tentu kita harus enuai hasil di waktu senja yakni sore hari, ketika usia kita sudah tak produktif tentu kita hanya menikamati hasil jerih payah selama ini. Dan akhirnya kita istirahat dan tidur untuk selamanya dengan tenag.
Jika hal ini dlakuakan tentu merajut kasih dan sayang dari Nya amatlah mudah. Namun jika siklus ini tidak terjadi dalan hidup tentu tidak bisa membayangkan jika di waktu senja hnaya diam dan berkumpul di panti-panti werdha. Semua ini tentu tidak hanya di pengaruhi diatas, pengamatan yang bisa saya ambil dari mereka adalah kejanggalan terpada siklus pagi yang berakibat fataluntuk selanjutnaya. Banyak mereka berusia 60 keatas, tentu mereka lahir di waktu pendidikan tidak semodern saat ini. Kekurangan edukasi serta hal lain mengakibatkan masa siang tidak bisa bekerja dengan efektif dan hasil pun tiak bisa diraih, apa yang di nikmati jiak tidak bekerja?. Demikian mengakibatkan apapun itu, ia jalani demi mendapat kan sesuap nasi, salah satunya adalah menjadi pembantu rumah tangga, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang jawa yang datang ke jakarta. Tidak sedikit mereka juga yang di ambila dari jalanan, sehingga ketidaj normalan, ketidaj warasan dan kestresan nmapka pada mereka.
Tapi ada yang berkata “yah.nenek disisni enak, makan enak , sakit di obati. Dari pada di sana kita di terlantarkano leh orang karena udah tidak punay sapa-siapa.” Ujar nek M (87 th). Ada juga yang pasrah sekarang hanya menunggu jemputan malaikat. Ada juga yang nasrani dan tidak mau pulang karena saudaranya merupakan muslim. Naudzubillah min dzalik.
“Kasihilah mereka yang adala di bumu, maka engkau akan di kasihi merekan yang ada di langit (Kholik)”. Demikan sabda Nabi
.Apalah daya jika melihatkenyataan ini, anak-anak mereka tidak menetahui keadaan oarang tuanya. Hnya dia yang bisa ku panjatkan untuknya semoga senentiasa di berikan yang terbaik oleh Sang Kuasa. Duh jakarta betapa kejamnya dikau.. semoga hidupku di jakarta yang tujuannya adalah tholabul ilmi ini senantiasa di bimbing oeleh Nya.

Pesona Malam Ramadhan

Ketika di pesantern, sempat belajar kitab Durrotun Nasikhin, yang pada suatu bab di jelaskan tentang keutamaan bulan ramadhan. Di dalamnya juga ada penjelasan fadhilah shalat tarawih ketika malam harinya. Dan kini saya brbulan ramadhan di jakarta pada 1432 h/ 20011 m. Semoga membawa berkah dalam setiao hembus nafas, dan selalu dalam bimbinganNya.

Di riwayatkan oleh Saiyidina Ali (r.a.) daripada Rasulullah S.A.W., sebagai jawapan dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi S.A.W. tentang fadhilat (kelebihan) sembahyang sunat tarawih pada bulan Ramadan:
1. Malam 1: Keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sepertimana ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.

2. Malam 2: Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang tarawih serta kedua ibubapanya (sekiranya mereka orang beriman).

3. Malam 3: Berseru Malaikat di bawah ‘Arasy’ supaya kami meneruskan sembahyang tarawih terus-menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.

4. Malam 4: Memperolehi pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.

5. Malam 5: Allah kurniakan baginya pahala seumpama orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.

6. Malam 6: Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma’mur (70 ribu malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang tarawih pada malam ini.

7. Malam 7: Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi ‘Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fi’raun dan Hamman.

8. Malam 8: Allah mengurniakan pahala orang sembahyang tarawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihissalam.

9. Malam 9: Allah kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti Nabi Muhamad S.A.W.

10. Malam 10: Allah Subhanahuwata’ala mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan akhirat.

11. Malam 11: Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baharu dilahirkan.

12. Malam 12:Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).

13. Malam 13: Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

14. Malam 14: Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang tarawih, serta Allah tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.

15. Malam 15: Semua Malaikat yang menanggung ‘Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakan supaya Allah mengampunkan.

16. Malam 16:Allahsubhanahuwata’ala tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

17. Malam 17: Allah kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

18. Malam 18:Seru Malaikat: Hai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibubapa engkau (yang masih hidup atau mati).

19. Malam 19: Allah Subhanahuwataala tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.

20. Malam 20: Allah kurniakan kepadanya pahala sekalian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.

21. Malam 21: Allah binakan sebuah istana dalam Syurga daripada nur.

22. Malam 22: Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru-hara di Padang Mahsyar).

23. Malam 23: Allah subhanahuwataala binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada nur.

24. Malam 24: Allah buka peluang 24 doa yang mustajab bagi orang bertarawih malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).

25. Malam 25: Allah Taala angkatkan daripadanya siksa kubur.

26. Malam 26: Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini seumpama 40 tahun ibadat.

27. Malam 27: Allah kurniakan orang bertarawih pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Sirotolmustaqim seperti kilat menyambar.

28. Malam 28: Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 darjat di akhirat.

29. Malam 29: Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.

30. Malam 30: Allah Subhanahuwataala beri penghormatan kepada orang bertarawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman: “Hai hambaKu: Makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama ‘Al-Kauthar”.”

(Rabu, 3 ramdhan 1432 h/ 3 agustus 2011 m)

Senin, 25 Juli 2011

kisah ibn hajar

(dari ustadzku ; ust. M.Muslih, S.Pd.I, 2005 silam)

Ia adalah seorang anak yatim, Ayahnya meninggal pada saat ia masih berumur 4 tahun dan ibunya meninggal ketika ia masih balita. Di bawah asuhan kakak kandungnya, ia tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan iffa ( menjaga diri dari dosa ) dan sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupannya serta memiliki kemandirian yang tinggi. Ibnu hajar Al-Asqalani itulah namanya. Beliau dilahirkan pada tanggal 22 sya’ban tahun 773 Hijriyah di pinggiran sungai Nil di Mesir.

Nama asli beliau adalah Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kannani Al-Qabilah yang berasal dari Al-Asqalan. Namun ia lebih masyhur dengan julukan Ibn Hajar Al Asqalani. Itu berawal dari kisah beliau dengan batu yang ia jadikan sebagai awal motivasinya dan keinginannya yang kuat untuk belajar. Kisah itu bermula ketika beliau masih belajar disebuah madrasah, ia terkenal sebagai murid yang rajin namun ia selalu tertinggal jauh dari teman-temannya. Bahkan sering lupa dengan pelajaran-pelajaran yang telah di ajarkan oleh gurunya di sekolah yang membuatnya patah semangat dan frustasi.




Beliaupun meminta izin kepada gurunya untuk meninggalkan sekolahnya. Dalam kegundahan hatinya meninggalkan sekolahnya hujan pun turun dengan sangat lebatnya, mamaksa dirinya untuk berteduh didalam sebuah gua. Ketika berada didalam gua pandangannya tertuju pada sebuah tetesan air yang menetes sedikit demi sedikit jatuh melubangi sebuah batu, ia pun terkejut. Beliau pun berguman dalam hati, sungguh sebuah keajaiban. Bagaimana mungkin batu itu bisa terlubangi hanya dengan setetes air. Ia terus mengamati tetesan air itu dan mengambil sebuah kesimpulan bahwa batu itu berlubang karena tetesan air yang terus menerus.


Dari peristiwa itu, seketika ia tersadar bahwa betapapun kerasnya sesuatu jika ia di asah trus menerus maka ia akan manjadi lunak. Batu yang keras saja bisa terlubangi oleh tetesan air apalagi kepala saya yang tidak menyerupai kerasnya batu. Jadi kepala saya pasti bisa menyerap segala pelajaran jika dibarengi dengan ketekunan, rajin dan sabar. Sejak saat itu semangatnya pun kembali tumbuh lalu beliau kembali ke sekolahnya dan menemui Gurunya dan menceritakan pristiwa yang baru saja ia alami. Melihat semangat tinggi yang terpancar dijiwa beliau, gurunya pun berkenan menerimanya kembali untuk menjadi murid disekolah itu.

Sejak saat itu perubahan pun terjadi dalam diri Ibnu Hajar. Beliau manjadi murid yang tercerdas dan malampaui teman-temannya yang telah manjadi para Ulama besar dan ia pun tumbuh menjadi ulama tersohor dan memiliki banyak karangan dalam kitab-kitab yang terkenal dijaman kita skrang ini.

Cat atan:
“Kisah Beliau diatas bisa menjadi motivasi bagi kita semua, bahwa sekeras apapun itu dan sesusah apapun itu jika kita betul2 ikhlas dan telaten serta continue dalam belajar niscaya kita akan menuai kesuksesan. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata menyerah atau kalah.

Ingatlah wahai kawan…
“ Kegagalan bukan akhir dari segalanya, tapi kegagalan adalah sebuah keberhasilan yang tertunda”.

Dan ketahuilan wahai teman…”Man jadda wajada” siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia.

Dan satu lagi yang perlu kita perhatikan, bahwa kunci dari segala kesuksesan ada pada diri kita sendiri. Ini sejalan dengan firman Allah :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai ia sendirilah yang mengubah keadaan mereka sendiri” ( QS. Ar Rad : 11 )

Rabu, 13 Juli 2011

Sya'ban Gerbang Ramadhan

Waktu berjalan dengan begitu cepat, saat ini kita sudah menapaki hari-hari awal bulan sya’ban. Ramadhan telah tiba di hadapan, padahal seolah belum lama kita meninggalkan bulan mulia itu dengan suka cita hari raya. Maka benarlah apa yang diisyaratkan Rasulullah SAW dalam haditsnya : “ Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai daripadanya : kesehatan dan kesempatan (waktu luang) “ (HR Bukhori) . Karena itulah, mari kita segera berbenah diri sejak dini, menata hati dan langkah menyambut ramadhan, di mulai dari bulan Sya’ban ini.

Rasulullah SAW dan para sahabat sejak awal telah menjadikan bulan sya’ban sebagai bulan persiapan menyambut Ramadhan dengan memperbanyak puasa sunnah. Secara khusus disebutkan dalam hadits tentang keutamaan bulan sya’ban : Dari Usamah bin Zaid, ia bertanya pada Rasulullah SAW : “ Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada sebuah bulan yang lebih banyak dari puasamu di bulan sya’ban ? “. Maka Rasulullah SAW menjawab : “ (Sya’ban) itu adalah bulan antara Rojab dan Ramadhan yang kebanyakan manusia melalaikannya. Sya’ban adalah bulan dimana amalan-amalan diangkat menuju sisi Tuhan Semesta Alam, karenanya aku suka ketika amal-amalku diangkat, sementara aku dalam keadaaan berpuasa “ (HR Nasa’i)
Ibaratnya kedatangan tamu mulia, maka tuan rumah yang baik tentu akan mempersiapkan sambutan yang terbaik. Kita semua kaum muslimin adalah tuan rumah yang akan mempersiapkan kedatangan Ramadhan, mulai dari bulan Sya’ban ini. Adapun serangkaian persiapan di bulan Sya’ban yang bisa kita lakukan antara lain :

Pertama : Persiapan Keimanan dan Kejiwaan dengan Berdoa & Memperbanyak Ibadah
Perintah puasa sejatinya ditujukan kepada orang-orang beriman. Di dalam surat al-Baqoroh 183 begitu jelas keimanan kita disentuh dengan panggilan kesayangan: “ wahai orang-orang yang beriman” . Karenanya langkah awal persiapan di bulan Sya’ban ini adalah mengkondisikan keimanan kita, agar benar-benar layak dan siap untuk mengisi bulan mulia tersebut. Persiapan keimanan dan pengkondisian jiwa juga dilakukan oleh Rasulullah SAW, bahkan sejak awal bulan Rajab. Dalam riwayat dari Anas bin Malik ra disebutkan : Bahwasanya Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab berdoa : “ Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah (usia) kami pada bulan Ramadhan “ (HR Ahmad). Dengan berdoa dan memperbanyak ibadah, maka kondisi keimanan kita akan terjaga hingga Ramadhan menjelang. Begitu pula secara konsentrasi, pikiran dan jiwa kita akan fokus dalam menyambut tamu mulia itu.

Kedua : Memperbanyak Puasa dan Membayar Hutang Puasa
Selain persiapan keimanan, kita juga bisa melakukan persiapan Ramadhan secara lebih fokus yaitu dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW telah memberikan contoh begitu jelas pada kita –sebagaimana disebutkan dalam hadits terdahulu – betapa beliau lebih mengintensifkan puasa sunnah di bulan Sya’ban. Bagi kita ini persiapan semacam ini tentu menjadi sangat penting, khususnya banyak dari kita yang melewati satu tahun dengan penuh kesibukan hingga jarang melakukan puasa sunnah. Begitu pula secara khusus bagi kaum wanita yang masih mempunyai tanggungan hutang puasa ramadhan di tahun lalu, maka bulan Sya’ban ini waktu yang tepat untuk segera melunasinya. Diriwayatkan pula dalam Shahih Bukhori, bagaimana Aisyah binti Abu Bakar ra, istri Rasulullah SAW pun baru bisa mengganti hutang puasanya di bulan Sya’ban, karena kesibukannya dalam membantu Rasulullah SAW .

Ketiga : Persiapan Ilmu
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang di dalamnya kita dianjurkan memperbanyak kebaikan. Banyak juga amalan-amalan lain di luar puasa yang semestinya kita lakukan di bulan Ramadhan, seperti : sedekah, memberi buka, tilawah dan tentu saja shalat tarawih. Anggapan Ramadhan sekedar bulan puasa hanya akan mengecilkan semangat kita dalam memperbanyak kebaikan di bulan mulia tersebut. Karenanya kita membutuhkan persiapan keilmuan sejak dini tentang bulan Ramadhan, agar saat bulan mulia itu menjelang, kita benar-benar tahu dan yakin tentang apa yang harus kita lakukan dalam mengisinya. Banyak kita saksikan di televisi dan media, saat Ramadhan telah beranjak setengah perjalanan masih saja banyak pertanyaan-pertanyaan mendasar seputar puasa, khususnya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Ini menunjukkan kekurangsiapan kita dalam menjalani ibadah puasa.
Bulan Sya’ban ini adalah waktu yang tepat kita mempersiapkan keilmuan kita untuk mengoptimalkan pahala Ramadhan. Agar kita bisa mengisinya dengan optimal, dan berusaha menjalankan puasa dengan sempurna. Rasulullah SAW telah mengingatkan tentang puasa yang sia-sia. Dari riwayat Abu Hurairah ra beliau bersabda : “ Betapa banyak orang berpuasa tapi tidak ada baginya pahala puasa kecuali lapar saja, dan betapa banyak orang sholat malam (tarawih), tapi tidak ada baginya pahala kecuali (kelelahan) begadang saja” (HR An-Nasa’i).
Akhirnya, marilah kita mengajak keluarga kita, saudara dan juga sahabat untuk bersama-sama menjadikan bulan Sya’ban ini sebagai bulan persiapan. Dari mulai persiapan keimanan hingga keilmuan, kita wujudkan satu demi satu pada hari-hari kita, pada rumah tangga dan lingkungan kita. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan. Wallahu a’lam.

Selasa, 28 Juni 2011

kisah isra' mi'raj Rasulullah SAW

Diterjemahkan dengan ringkas dari Kitab Al Anwaarul Bahiyyah Min Israa' Wa Mi'raaj Khoiril Bariyyah
Karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy Al Hasany RA.
Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka'bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS.
Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail:
"Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya".
Dan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT.

Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS.

Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.

Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan, maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata: "Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)", mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat, setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya, dan sebelum beliau banyak Anbiya' yang menaiki buroq ini.

Dalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa'ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali.

(Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: "Turunlah disini dan sholatlah", setelah Beliau sholat, Jibril berkata: "Tahukah anda di mana Anda sholat?", "Tidak", jawab beliau, Jibril berkata: "Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah".

Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: "berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!", setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun.
Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina', sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: "Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam".

Setelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api, setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. Kemudian Jibril berkata: "Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat, jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?"
Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya, melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya: "Wahai Jibril, siapakah mereka itu?", Jibril menjawab:" mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali.
Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak, beliau bertanya: "Wahai Jibril bau wangi apakah ini?", "Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak Firaun, dan anak-anaknya", jawab Jibril AS.
Masyitoh adalah tukang sisir anak perempuan Firaun, ketika dia melakukan pekerjaannya tiba-tiba sisirnya terjatuh, spontan dia mengatakan: "Bismillah, celakalah Firaun", mendengar ini anak Firaun bertanya: "Apakah kamu memiliki Tuhan selain ayahku?", Masyithoh menjawab: "Ya". Kemudian dia mengancam akan memberitahukan hal ini kepada Firaun. Setelah dihadapkan kepada Raja yang Lalim itu, dia berkata: "Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?", Masyithoh menjawab: "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah".

Mengetahui keteguhan iman Masyithoh, kemudian Firaun mengutus seseorang untuk menarik kembali dia dan suaminya yang tetap beriman kepada Allah agar murtad, jika tidak maka mereka berdua dan kedua anaknya akan disiksa, tapi keimanan masih menetap di hati Masyithoh dan suaminya, justru dia berkata: "Jika kamu hendak membinasakan kami, silahkan, dan kami harap jika kami terbunuh kuburkan kami dalam satu tempat".
Maka Firaun memerintahkan agar disediakan kuali raksasa dari tembaga yang diisi minyak dan air kemudian dipanasi, setelah betul-betul mendidih, dia memerintahkan agar mereka semua dilemparkan ke dalamnya, satu persatu mereka syahid, sekarang tinggal Masyithoh dan anaknya yang masih menyusu berada dalam dekapannya, kemudian anak itu berkata: "Wahai ibuku, lompatlah, jangan takut, sungguh engkau berada pada jalan yang benar", kemudian dilemparlah dia dan anaknya.
Kemudian di tengah perjalanan, beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur, setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban sholat.
Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk, tapi ternyata mereka lebih memilih untk menyantap daging yang mentah lagi busuk, ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab: "Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina), dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya".
Ketika beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan: "Wahai Muhammad, aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku", tapi Rasulullah tidak memperdulikannya. Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi, seandainya beliau menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi. Begitu pula beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya, yang tidak lain adalah panggilan nashrani, namun Nabi tidak menjawabnya. Walhamdulillah.
Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata: "Wahai Muhammad lihatlah kepadaku", tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya, Jibril berkata: "Wahai Nabi itu adalah dunia, seandainya anda menjawab panggilannya maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat".
Demikianlah perjalanan ditempuh oleh beliau SAW dengan ditemani Jibril dan Mikail, begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho). Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid, yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana.
Kemudian beliau masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS, masing-masing sholat dua rakaat. Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia, ternyata mereka adalah para Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah, lantas mereka berdiri bershof-shof menunggu siapakah yang akan mengimami mereka, kemudian Jibril AS memegang tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju, kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam. Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya' dan Mursalin.
Setelah itu Rasulullah SAW merasa haus, lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar dan susu, Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya, Jibril berkata: "Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam, jika anda memilih khamar niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda".
Kemudian setelah beliau menyempurnakan segalanya, maka tiba saatnya beliau melakukan mi'raj yakni naik bersama Jibril menembus langit satu persatu sampai akhirnya berjumpa dengan Khaliq-nya.
Setelah melakukan Isra' dari Makkah al Mukarromah sampai ke Masjid al Aqsha, Baitul Maqdis, kemudian beliau disertai malaikat Jibril AS siap untuk melakukan Mi'raj yakni naik menembus berlapisnya langit ciptaan Allah yang Maha Perkasa sampai akhirnya beliau SAW berjumpa dengan Allah dan berbicara dengan Nya, yang intinya adalah beliau dan umat ini mendapat perintah sholat lima waktu. Sungguh merupakan nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi umat ini, di mana Allah SWT memanggil Nabi-Nya secara langsung untuk memberikan dan menentukan perintah ibadah yang sangat mulya ini. Cukup kiranya hal ini sebagai kemulyaan ibadah sholat. Sebab ibadah lainnya diperintah hanya dengan turunnya wahyu kepada beliau, namun tidak dengan ibadah sholat, Allah memanggil Hamba yang paling dicintainya yakni Nabi Muhammad SAW ke hadirat Nya untuk menerima perintah ini.
Ketika beliau dan Jibril sampai di depan pintu langit dunia (langit pertama), ternyata disana berdiri malaikat yang bernama Ismail, malaikat ini tidak pernah naik ke langit atasnya dan tidak pernah pula turun ke bumi kecuali disaat meninggalnya Rasulullah SAW, dia memimpin 70 ribu tentara dari malaikat, yang masing-masing malaikat ini membawahi 70 ribu malaikat pula.
Jibril meminta izin agar pintu langit pertama dibuka, maka malaikat yang menjaga bertanya:
"Siapakah ini?"
Jibril menjawab: "Aku Jibril."
Malaikat itu bertanya lagi: "Siapakah yang bersamamu?"
Jibril menjawab: "Muhammad saw."
Malaikat bertanya lagi: "Apakah beliau telah diutus (diperintah)?"
Jibril menjawab: "Benar".
Setelah mengetahui kedatangan Rasulullah malaikat yang bermukim disana menyambut dan memuji beliau dengan berkata:
"Selamat datang, semoga keselamatan menyertai anda wahai saudara dan pemimpin, andalah sebaik-baik saudara dan pemimpin serta paling utamanya makhluk yang datang".
Maka dibukalah pintu langit dunia ini".
Setelah memasukinya beliau bertemu Nabi Adam dengan bentuk dan postur sebagaimana pertama kali Allah menciptakannya. Nabi saw bersalam kepadanya, Nabi Adam menjawab salam beliau seraya berkata:
"Selamat datang wahai anakku yang sholeh dan nabi yang sholeh".
Di kedua sisi Nabi Adam terdapat dua kelompok, jika melihat ke arah kanannya, beliau tersenyum dan berseri-seri, tapi jika memandang kelompok di sebelah kirinya, beliau menangis dan bersedih. Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah, bahwa kelompok disebelah kanan Nabi Adam adalah anak cucunya yang bakal menjadi penghuni surga sedang yang di kirinya adalah calon penghuni neraka.
Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanannya di langit pertama ini, tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada kelompok manusia yang dihidangkan daging panggang dan lezat di hadapannya, tapi mereka lebih memilih untuk menyantap bangkai disekitarnya. Ternyata mereka adalah manusia yang suka berzina, meninggalkan yang halal untuk mereka dan mendatangi yang haram.
Kemudian beliau berjalan sejenak, dan tampak di hadapan beliau suatu kaum dengan perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular, dan isi perut mereka ini dapat dilihat dari luar, sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu. Mereka adalah manusia yang suka memakan riba.Disana beliau juga menemui suatu kaum, daging mereka dipotong-potong lalu dipaksa agar memakannya, lalu dikatakan kepada mereka:
"makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia, yakni menggunjing atau berghibah".

Kemudian beliau naik ke langit kedua, seperti sebelumnya malaikat penjaga bertanya seperti pertanyaan di langit pertama. Akhirnya disambut kedatangan beliau SAW dan Jibril AS seperti sambutan sebelumnya. Di langit ini beliau berjumpa Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariya, keduanya hampir serupa baju dan gaya rambutnya. Masing-masing duduk bersama umatnya.
Nabi saw menyifati Nabi Isa bahwa dia berpostur sedang, putih kemerah-merahan warna kulitnya, rambutnya lepas terurai seakan-akan baru keluar dari hammam, karena kebersihan tubuhnya. Nabi menyerupakannya dengan sahabat beliau ‘Urwah bin Mas'ud ats Tsaqafi.
Nabi bersalam kepada keduanya, dan dijawab salam beliau disertai sambutan: "Selamat datang wahai saudaraku yang sholeh dan nabi yang sholeh".
Kemudian tiba saatnya beliau melanjutkan ke langit ketiga, setelah disambut baik oleh para malaikat, beliau berjumpa dengan Nabi Yusuf bin Ya'kub. Beliau bersalam kepadanya dan dibalas dengan salam yang sama seperti salamnya Nabi Isa.
Nabi berkomentar: "Sungguh dia telah diberikan separuh ketampanan". Dalam riwayat lain, beliau bersabda: "Dialah paling indahnya manusia yang diciptakan Allah, dia telah mengungguli ketampanan manusia lain ibarat cahaya bulan purnama mengalahkan cahaya seluruh bintang".
Ketika tiba di langit keempat, beliau berjumpa Nabi Idris AS. Kembali beliau mendapat jawaban salam dan doa yang sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya.
Di langit kelima, beliau berjumpa Nabi Harun bin ‘Imran AS, separuh janggutnya hitam dan seperuhnya lagi putih (karena uban), lebat dan panjang. Di sekitar Nabi Harun tampak umatnya sedang khusyu' mendengarkan petuahnya.
Setelah sampai di langit keenam, beliau berjumpa beberapa nabi dengan umat mereka masing-masing, ada seorang nabi dengan umat tidak lebih dari 10 orang, ada lagi dengan umat di atas itu, bahkan ada lagi seorang nabi yang tidak ada pengikutnya.
Kemudian beliau melewati sekelompok umat yang sangat banyak menutupi ufuk, ternyata mereka adalah Nabi Musa dan kaumnya. Kemudian beliau diperintah agar mengangkat kepala beliau yang mulya, tiba-tiba beliau tertegun dan kagum karena pandangan beliau tertuju pada sekelompok umat yang sangat banyak, menutupi seluruh ufuk dari segala sisi, lalu ada suara: "Itulah umatmu, dan selain mereka terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab ".
Pada tahapan langit keenam inilah beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS, seorang nabi dengan postur tubuh tinggi, putih kemerah-merahan kulit beliau. Nabi saw bersalam kepadanya dan dijawab oleh beliau disertai dengan doa. Setelah itu Nabi Musa berkata: "Manusia mengaku bahwa aku adalah paling mulyanya manusia di sisi Allah, padahal dia (Rasulullah saw) lebih mulya di sisi Allah daripada aku".
Setelah Rasulullah melewati Nabi Musa, beliau menangis. Kemudian ditanya akan hal tersebut. Beliau menjawab: "Aku menangis karena seorang pemuda yang diutus jauh setelah aku, tapi umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku".
Kemudian Rasulullah saw memasuki langit ketujuh, di sana beliau berjumpa Nabi Ibrahim AS sedang duduk di atas kursi dari emas di sisi pintu surga sambil menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur, di sekitarnya berkumpul umatnya.
Setelah Rasulullah bersalam dan dijawab dengan salam dan doa serta sambutan yang baik, Nabi Ibrahim berpesan: "Perintahkanlah umatmu untuk banyak menanam tanaman surga, sungguh tanah surga sangat baik dan sangat luas". Rasulullah bertanya: "Apakah tanaman surga itu?", Nabi Ibrahim menjawab: "(Dzikir) Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim".
Dalam riwayat lain beliau berkata:
"Sampaikan salamku kepada umatmu, beritakanlah kepada mereka bahwa surga sungguh sangat indah tanahnya, tawar airnya dan tanaman surgawi adalah Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar".
Kemudian Rasulullah diangkat sampai ke Sidratul Muntaha, sebuah pohon amat besar sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu untuk mengelilingi bayangan di bawahnya sekalipun memakan waktu 70 tahun. Dari bawahnya memancar sungai air yang tidak berubah bau, rasa dan warnanya, sungai susu yang putih bersih serta sungai madu yang jernih. Penuh dengan hiasan permata zamrud dan sebagainya sehingga tidak seorang pun mampu melukiskan keindahannya.
Kemudian beliau saw diangkat sampai akhirnya berada di hadapan telaga Al Kautsar, telaga khusus milik beliau saw. Setelah itu beliau memasuki surga dan melihat disana berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dipandang mata, didengar telinga dan terlintas dalam hati setiap insan.
Begitu pula ditampakkan kepada beliau neraka yang dijaga oleh malaikat Malik, malaikat yang tidak pernah tersenyum sedikitpun dan tampak kemurkaan di wajahnya.
Dalam satu riwayat, setelah beliau melihat surga dan neraka, maka untuk kedua kalinya beliau diangkat ke Sidratul Muntaha, lalu beliau diliputi oleh awan dengan beraneka warna, pada saat inilah Jibril mundur dan membiarkan Rasulullah berjalan seorang diri, karena Jibril tahu hanya beliaulah yang mampu untuk melakukan hal ini, berjumpa dengan Allah SWT.
Setelah berada di tempat yang ditentukan oleh Allah, tempat yang tidak seorang makhlukpun diizinkan berdiri disana, tempat yang tidak seorangpun makhluk mampu mencapainya, beliau melihatNya dengan mata beliau yang mulya. Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT.
Allah berfirman: "Wahai Muhammad."
"Labbaik wahai Rabbku", sabda beliau.
"Mintalah sesuka hatimu", firman Nya.
Nabi bersabda: "Ya Allah, Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat), Engkau mengajak bicara Musa, Engkau berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar, Engkau berikan Sulaiman kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin, manusia dan syaitan serta angin, Engkau ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan Engkau jadikan dia dapat mengobati orang yang buta dan belang serta menghidupkan orang mati".
Kemudian Allah berfirman: "Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu".
Dalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, bahwa rasulullah bersabda:
" ... kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat sehari semalam, lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam), lalu dia bertanya:
"Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?"
Aku menjawab: "50 sholat",
Musa berkata: "kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan sebab umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya",
Maka aku kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku, lalu diringankan 5 sholat (jadi 45 sholat), lalu aku turun kembali kepada Musa, tapi Musa berkata:
"Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya, maka mintalah sekali lagi keringanan kepada Allah".
Maka aku kembali lagi kepada Allah, dan demikianlah terus aku kembali kepada Musa dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman:
"Wahai Muhammad, itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam, setiap satu sholat seperti dilipatgandakan menjadi 10, maka jadilah 50 sholat".
Maka aku beritahukan hal ini kepada Musa, namun tetap dia berkata:
"Kembalilah kepada Rabbmu agar minta keringanan",
Maka aku katakan kepadanya: "Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku malu kepadaNYa".
Setelah beliau menerima perintah ini, maka beliau turun sampai akhirnya menaiki buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah, sedang saat itu masih belum tiba fajar.
Pagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya, maka sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan nabi telah gila dan tukang sihir, saat itu pertama umat yang membenarkan dan mempercayai beliau adalah Sayyiduna Abu Bakar, maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tadinya beriman, kembali murtad keluar dari syariat.
Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW, sebab beliau tidak mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau. Beliaulah Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya), Ash Shoodiq (selalu jujur) dan Al Mashduuq (yang dibenarkan segala ucapannya). Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.
Inilah ringkasan dari perjalanan Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang kami nukil dengan ringkas dari kitab Al Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat, keduanya karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany RA, Mahaguru dari Al Ustadz al habib Sholeh bin Ahmad al Aydrus.