Selasa, 16 Agustus 2016

MERDEKA MU MERDEKA KU JUGA

Benarkah kita benar-benar merdeka?
Merdeka dari mana?
Masihkah kita dijajah oleh Belanda dan Jepang? Tidak . . . .!
Kita tidak pernah dijajah, melainkan dijajah oleh diri sendiri

Merdeka bukanlah bebas dari penjajah,
merdeka bukanlah tentang kemenangan
merdeka bukanlah foya-foya di atas perjuangan orang lain, orang lain.
Merdeka berarti membangun,
Membanguan mental,
membangun pondasi-pondasi yang telah dirangkai oleh para pendahulu,
bukan para darah biru

Merdeka yang kau punya belum tentu mereka juga punya
Aku tidak benar-benar merdeka
Merdekaku hanya semu, palsu, sekedar pura-pura
Mereka menyaksikan secara de facto juga de juro\
Mereka juga menyaksikan atas nama rasa adil
Dari orang-orang yang beruntung, orang-orang yang bergelimangan kemewahan

Kami ora popo . . .
Utusan orang kere, titisan orang yang kurang beruntung
Tidak sepertimu wahai titisan darah biru
Menikmati lezatnya hidup atas nama perjuangan

Apakah merdeka itu masih ada orang-orang bodoh
karena tak mampu bayar spp sekolah,
Sedangkan semboyan sekolah gratis bergema di mana-mana
Apakah merdeka itu membiarkan gembel-gembel berkeliaran,
lalu kau angkut seenaknya dengan mobilmu, kasihan
apakah merdeka itu memusuhi orang tang tak sama denganmu
apakah merdeka itu menusuk orang-orang kecil melalui katanya negara hukum
mungkin merdeka itu senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang
mungkin merdeka bagimu seperti panen raya di kampung-kampung,
yang menganggap mereka ikut bermusim
Atau merdeka yang sesungguhnya adalah
membiarkan orang lain, sesamamu kelaparan,
Sedangkan kau menikmati hidangan didepan matanya
dan kau buat ia hanya menelan ludah dengan aroma sedapnya, tanpa berucap mari
ya, seharusnya merdekamu merdekaku juga