Benarkah kita benar-benar merdeka?
Merdeka dari mana?
Masihkah kita dijajah oleh Belanda dan
Jepang? Tidak . . . .!
Kita tidak pernah dijajah, melainkan dijajah
oleh diri sendiri
Merdeka bukanlah bebas dari penjajah,
merdeka bukanlah tentang kemenangan
merdeka bukanlah foya-foya di atas perjuangan
orang lain, orang lain.
Merdeka berarti membangun,
Membanguan mental,
membangun pondasi-pondasi yang telah dirangkai
oleh para pendahulu,
bukan para darah biru
Merdeka yang kau punya belum tentu mereka
juga punya
Aku tidak benar-benar merdeka
Merdekaku hanya semu, palsu, sekedar
pura-pura
Mereka menyaksikan secara de facto juga de
juro\
Mereka juga menyaksikan atas nama rasa adil
Dari orang-orang yang beruntung, orang-orang
yang bergelimangan kemewahan
Kami ora popo . . .
Utusan orang kere, titisan orang yang kurang
beruntung
Tidak sepertimu wahai titisan darah biru
Menikmati lezatnya hidup atas nama perjuangan
Apakah merdeka itu masih ada orang-orang
bodoh
karena tak mampu bayar spp sekolah,
Sedangkan semboyan sekolah gratis bergema di
mana-mana
Apakah merdeka itu membiarkan gembel-gembel
berkeliaran,
lalu kau angkut seenaknya dengan mobilmu,
kasihan
apakah merdeka itu memusuhi orang tang tak
sama denganmu
apakah merdeka itu menusuk orang-orang kecil
melalui katanya negara hukum
mungkin merdeka itu senang melihat orang
susah dan susah melihat orang senang
mungkin merdeka bagimu seperti panen raya di
kampung-kampung,
yang menganggap mereka ikut bermusim
Atau merdeka yang sesungguhnya adalah
membiarkan orang lain, sesamamu kelaparan,
Sedangkan kau menikmati hidangan didepan
matanya
dan kau buat ia hanya menelan ludah dengan
aroma sedapnya, tanpa berucap mari
ya, seharusnya merdekamu merdekaku juga