Senin, 08 Agustus 2011

Refleksi Diri Tentang Kunjungan ke Panti Werdha

Sebuah kenyataan dalam hidup. Suatu waktu saat perjalananku menuju pendidikan dokter tepatnya akhir semester dua, terdapat sebuah modul pungkasan yaitu pengenalan praktik klinik atau disebut clinical reasoning. Tugas magang selama satu hari di sebuah panti sosial yang bertujuan mengenal sekaligus mengaplikasikan praktik empati seorang dokter. Disini kita melakukan kegiatan yaitu mengikuti kegiatan untuk mengenal, membantu merawat dan menghibur para penghuni panti. Tepatnya Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 Margaguna, di Jln. Margaguna No. 1 Radio Dalam, Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Tresna Werdha Budi Mulia 4 Margaguna merupakan unit pelaksana teknis bidang kesejahteraan sosial lanjut usia. Terdaftar dalam Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Panti ini memberi pelayanan kepada masyarakat. Khususnya para lanjut usia yang tidak mampu. Tresna Werdha diresmikan oleh Menteri Sosial, Nani Soedarsono SH pada 20 Februari 1988 silam. Semua mahasiswa dibagi tiap kelompok, dan memasuki masing-masing ruangan baik ai ruangan laki-laki dan perempuan. Saya bertugas tepatnya di ruangan perempuan (nenek), yaitu di ruang mawar di mana terdapat 20 lansia perempuan yang saya menilai nya mereka tampak mandiri dengan aktifitas di panti.
Rabu 3 ramadhan aku menyambangi mereka di sana. Rasanaaya tetesan air mata ini jatuh namun tertahan kan oleh lincahnya dan lucunya para kakeh dan nenek tak ubahnya anak-anak kecil. Betapa cerita mereka saat wawancara dan mengobrol sangatlah ternyuh, mengingatkan nenekku yang begitu menyayangiku. Memang saat yang tepat yaitu bulan ramadhan, waktunya berkasih kepada sesama apa lagi kaum lansia yang lemah.
Saya masuk ke ruangan dan berkenalan satu persatu dengan lansia, berbagai wajah yang aku temui di sana dari ruang ke ruangn lain. Ku tanggapi percakapan mereka satu persatu dengan seksama, layaknya nenkku sendiri. Mengerti akan keadaan mereka adalah hal yang sangat penting, sebagai ukuran pasien saat jadi dokter.
Saya membuka wawancara dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dan lama wawancara. Beliau pun antusias semangat dan menjawab denga jelas , bahkan merasa kurang jika keberadaan kami hanya beberapa jam. Dengan bahasa yang lembut dan berusaha mengertikan bahasa ku ucapkan dengan mimik wajah dan verbal yang jelas. Selain itu saya juga memberikan perhatikan dengan duduk disamping dan membantu nenek membersihkan tempat nya. Saya juga sedikit memeberikan pengertian dalam hubungannya dengan Tuhan atau agama yang dianutnya terutama bila klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian. Pendekatan ini cukup efektif terutama bagi klien yang mempunyai kesadaran yang tinggi dan latar belakang agama yang baik. Klien dulunya tinggal bersama anak beserta menantunya. Klien dititipkan di panti werdha karena kesibukan anaknya agar klien lebih terurus dan banyak teman. Sejak saat klien masuk panti werdha, klien merasa terbuang dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial di panti tersebut. Seringkali klien menangis, diam tak berbicara walaupun diajak berkomunikasi. Meski terlihat apatis, klien tetap beribadah seperti biasanya.Berbicara hanya seperlunya, terlihat diam, acuh tak acuh, dan menangis saat diajak berbicara. Kontak mata kurang baik ketika diajak berbicara, dan banyak menunduk. Keadaan emosi terlihat murung dan sedih. Namun mereka mengaku lama-kelamaan terbiasa untuk senang dengan keadaan saat ini.
Dengan membuat suasana dan keadaan klien senang dan puas serta agar tidak emosi misalnya dengan mengiyakan, senyum, mengannguk kepala ketika klien mengungkapkan perasaannya sebagai sikap hormat dan menghargai selama lansia berbicara. Dengan demikian diharapkan klien termotivasi untuk mandiri dan berkarya sesuai kemampuannya. Dan memberika semangat dan motivasi deng mengatakan “saya yakin ibu, lebih tenag disini dan lebih enak makan enak, teman enak , dsb,” ... sambil tertawa kecil, klien pun ikut tertawa.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa klien lansia umumnya mengalami perubahan yang terkadang merepotkan dan kekanak-kanakan. Perubahan ini harus disikapi dengan sabar dan ikhlas , misalnya memberikan suasana terbuka, akrab, santai, bertatakrama dengan posisi menghormat dan harus memahami keadaan lansia, menyediakan waktu ekstra bagi lansia untuk menjawab pertanyaan, mendengar aktif, menjaga kontak mata.
Dan akhirnya banyak yang aku dapat dari pelajaran itu. Bagaiman keadaan klien jika sebagai pasien saya kelak. Dan sekarang sedikit tergambar apa yang seharusnya aku lakukan ketika jadi dokter.

Rabu, 03 Agustus 2011

Ramadhan Berkah

Sebagaimana diketahui bahwa puasa adalah salah satu ibadah terbesar dan sebaik-baiknya amalan ketaatan. dan puasa ramadhan adalah puasa tertinggi dan wajib hukumnya bagi semua muslim. Allah menyatakan bahwa amalan puasa adalah untuk-Nya dan Dia langsung yang memberi balasan yang berlipat-lipat, dikhususkan dengan pintu surga dan dipanggillah orang-orang yang berpuasa darinya untuk masuk, tidak akan memasuki surga lewat pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa.

Banyak sekali keutamaan puasa pada bulan ramadhan yang dikabarkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. diantara keutamaan puasa ramadhan adalah sebagai berikut :

1. Bahwa puasa juga diwajibkan atas ummat sebelum kita. Allah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqoroh : 183)

Jika puasa bukan sebuah amalan yang agung, maka tidak mungkin puasa juga diwajibkan atas ummat-ummat sebelum kita. walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita, artinya bukan pada bulan ramadhan yang diwajibkan atas mereka, akan tetapi amalan puasa itu tersendiri telah diwajibkan atas mereka yang menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung.

2. Puasa adalah sebab diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : "Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau." (Muttafaq 'Alaihi)

Iman maksudnya beriman dengan Allah dan ridho atas diwajibkannya puasa ramadhan. pengharapan yaitu mengharap balasan dan pahala dari Allah. Jika seseorang telah yakin dan ridho akan kewajibannya berpuasa serta tidak benci atas kewajiban puasa ramadhan, yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

3. Bahwa pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi pahalanya diberikan kepada orang yang berpuasa tanpa ada perhitungan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
كل عمل ابن آدم له يضاعَف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف ، قال الله تعالى : إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به ، يَدَعُ شهوته وطعامه من أجلي

Artinya : "Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku." (HR Muslim)

4. Dua kabahagiaan bagi orang yang berpuasa. yaitu kebahagiaan ketika berbuka puasa setelah menahan nafsu, lapar dan dahaga sehari penuh. dan kebahagiaan ketika menjumpai Allah diakherat dengan dimasukkannya kedalam surga-Nya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه

Artinya : "Untuk orang yang berpuasa dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika berbuka puasa. dan kebahagiaan ketika menemui Tuhannya." (Muttafaq 'Alaihi)

5. Bahwa amalan puasa memberi syafaat kepada yang mengamalkannya. seperti Al-Qur'an yang memberi syafaat diakherat kepada orang yang membacanya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة , يقول الصيام : أي رب منعتُه الطعام والشهوة فَشَفِّعْنِي فيه , ويقول القرآن : منعتُه النوم بالليل فَشَفِّعْنِي فيه , قال : فيشفعان

Artinya : "Puasa dan Al-Qur'an memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. puasa berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat maka berikanlah syafaat. Al-Qur'an berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari tidur dimalam hari maka berilah syafaat. Rosulullah berkata : maka keduanya memberi syafaat." (HR Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim)

Itulah 5 keutamaan puasa ramadhan. dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang berkaitan dengan amalan puasa. dengan diwajibkannya amalan-amalan bukan saja memberikan pahala bagi kita, bahkan menjadikan kita sebagai makhluk yang utama dan penuh dengan masa depan yang cerah. semoga kita dijadikan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat dan ridho dengan semua keputusan-Nya

merajut kasih di bualan ramadhan

Impian semua orang di dunia ini adalah mendapat kasih sayang dari sang Khalik maupun makhluk. Ketika usia adalah menjadi ukuran hidup manusia di dunia. Banyak manusia-manusia menganggap mati adalah datang ketika usia tua. Hal ini tentu tidak di benarakn, mati adalah takdir yang Allah berikan tabnpa sepengetahuan manusia atau siapapun.
Jalan-jalan di suatu tempat memberikan banyak sekali pelajaran untuki mnggapai kasih Nya Ilahi. Suatu ketika saya mengenali tempat dimana banyak sekali orang-orang tua yang butuh kasih sayang mereka yang pernah ia sayangi yaitu anaknya. Dari berbagai latar belakang mereka datang, dari berbagai suku ia dibiasakan, bahkan dari berbagi agama ia dibesarkan. Itulah panti werdha budi mulya margaguna di daerah radio dalam jaksel.
Rabu 3 ramadhan aku menyambangi mereka di sana. Rasanay tetesan air mata ini jatuh namun tertahan kan oleh lincahnya dan lucunya para kakeh dan nenek tak ubahnya anak-anak kecil yang baru belajar berjalan. Perjalanan manusia amatlah singkat, ketika manusia berawal dari tetesan air hina yang nerkembang menjadi kandungan di perut orang tua, dan lahir tanpa sehelai kain pun, tidak tahu akan kehidupan dunia ini. Di ajarkan dan dirawatlah oleh orang tua dengan penuh kasih sayang. Agar kelak menjadi orang yang berguna di duina maupaun akhirat.
Dalam istilah, belajarlah di waktu pagi, bekerjalah di waktu siang, makanlah di waktu sore, dan tidurlah di waktu malam. Ungkapan ini jelas menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari yang menjadi ungkapan untuk cerita hidup manusia. Kita belajar ketika usia kita masih mudah, masih semngat yakni di waktu pagi hari. Dan setelah mengetahui banyak hal kita bekerja dari bekal ilmu yang telah kita pekajari di waktu muda untuk urusan dunia dan akhirat. Kemudian setelah bekerja tentu kita harus enuai hasil di waktu senja yakni sore hari, ketika usia kita sudah tak produktif tentu kita hanya menikamati hasil jerih payah selama ini. Dan akhirnya kita istirahat dan tidur untuk selamanya dengan tenag.
Jika hal ini dlakuakan tentu merajut kasih dan sayang dari Nya amatlah mudah. Namun jika siklus ini tidak terjadi dalan hidup tentu tidak bisa membayangkan jika di waktu senja hnaya diam dan berkumpul di panti-panti werdha. Semua ini tentu tidak hanya di pengaruhi diatas, pengamatan yang bisa saya ambil dari mereka adalah kejanggalan terpada siklus pagi yang berakibat fataluntuk selanjutnaya. Banyak mereka berusia 60 keatas, tentu mereka lahir di waktu pendidikan tidak semodern saat ini. Kekurangan edukasi serta hal lain mengakibatkan masa siang tidak bisa bekerja dengan efektif dan hasil pun tiak bisa diraih, apa yang di nikmati jiak tidak bekerja?. Demikian mengakibatkan apapun itu, ia jalani demi mendapat kan sesuap nasi, salah satunya adalah menjadi pembantu rumah tangga, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang jawa yang datang ke jakarta. Tidak sedikit mereka juga yang di ambila dari jalanan, sehingga ketidaj normalan, ketidaj warasan dan kestresan nmapka pada mereka.
Tapi ada yang berkata “yah.nenek disisni enak, makan enak , sakit di obati. Dari pada di sana kita di terlantarkano leh orang karena udah tidak punay sapa-siapa.” Ujar nek M (87 th). Ada juga yang pasrah sekarang hanya menunggu jemputan malaikat. Ada juga yang nasrani dan tidak mau pulang karena saudaranya merupakan muslim. Naudzubillah min dzalik.
“Kasihilah mereka yang adala di bumu, maka engkau akan di kasihi merekan yang ada di langit (Kholik)”. Demikan sabda Nabi
.Apalah daya jika melihatkenyataan ini, anak-anak mereka tidak menetahui keadaan oarang tuanya. Hnya dia yang bisa ku panjatkan untuknya semoga senentiasa di berikan yang terbaik oleh Sang Kuasa. Duh jakarta betapa kejamnya dikau.. semoga hidupku di jakarta yang tujuannya adalah tholabul ilmi ini senantiasa di bimbing oeleh Nya.

Pesona Malam Ramadhan

Ketika di pesantern, sempat belajar kitab Durrotun Nasikhin, yang pada suatu bab di jelaskan tentang keutamaan bulan ramadhan. Di dalamnya juga ada penjelasan fadhilah shalat tarawih ketika malam harinya. Dan kini saya brbulan ramadhan di jakarta pada 1432 h/ 20011 m. Semoga membawa berkah dalam setiao hembus nafas, dan selalu dalam bimbinganNya.

Di riwayatkan oleh Saiyidina Ali (r.a.) daripada Rasulullah S.A.W., sebagai jawapan dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi S.A.W. tentang fadhilat (kelebihan) sembahyang sunat tarawih pada bulan Ramadan:
1. Malam 1: Keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sepertimana ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.

2. Malam 2: Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang tarawih serta kedua ibubapanya (sekiranya mereka orang beriman).

3. Malam 3: Berseru Malaikat di bawah ‘Arasy’ supaya kami meneruskan sembahyang tarawih terus-menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.

4. Malam 4: Memperolehi pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.

5. Malam 5: Allah kurniakan baginya pahala seumpama orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.

6. Malam 6: Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma’mur (70 ribu malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang tarawih pada malam ini.

7. Malam 7: Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi ‘Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fi’raun dan Hamman.

8. Malam 8: Allah mengurniakan pahala orang sembahyang tarawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihissalam.

9. Malam 9: Allah kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti Nabi Muhamad S.A.W.

10. Malam 10: Allah Subhanahuwata’ala mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan akhirat.

11. Malam 11: Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baharu dilahirkan.

12. Malam 12:Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).

13. Malam 13: Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

14. Malam 14: Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang tarawih, serta Allah tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.

15. Malam 15: Semua Malaikat yang menanggung ‘Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakan supaya Allah mengampunkan.

16. Malam 16:Allahsubhanahuwata’ala tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

17. Malam 17: Allah kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

18. Malam 18:Seru Malaikat: Hai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibubapa engkau (yang masih hidup atau mati).

19. Malam 19: Allah Subhanahuwataala tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.

20. Malam 20: Allah kurniakan kepadanya pahala sekalian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.

21. Malam 21: Allah binakan sebuah istana dalam Syurga daripada nur.

22. Malam 22: Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru-hara di Padang Mahsyar).

23. Malam 23: Allah subhanahuwataala binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada nur.

24. Malam 24: Allah buka peluang 24 doa yang mustajab bagi orang bertarawih malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).

25. Malam 25: Allah Taala angkatkan daripadanya siksa kubur.

26. Malam 26: Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini seumpama 40 tahun ibadat.

27. Malam 27: Allah kurniakan orang bertarawih pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Sirotolmustaqim seperti kilat menyambar.

28. Malam 28: Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 darjat di akhirat.

29. Malam 29: Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.

30. Malam 30: Allah Subhanahuwataala beri penghormatan kepada orang bertarawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman: “Hai hambaKu: Makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama ‘Al-Kauthar”.”

(Rabu, 3 ramdhan 1432 h/ 3 agustus 2011 m)