Selasa, 28 Juni 2011

kisah isra' mi'raj Rasulullah SAW

Diterjemahkan dengan ringkas dari Kitab Al Anwaarul Bahiyyah Min Israa' Wa Mi'raaj Khoiril Bariyyah
Karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy Al Hasany RA.
Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka'bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS.
Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail:
"Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya".
Dan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT.

Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS.

Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.

Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan, maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata: "Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)", mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat, setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya, dan sebelum beliau banyak Anbiya' yang menaiki buroq ini.

Dalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa'ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali.

(Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: "Turunlah disini dan sholatlah", setelah Beliau sholat, Jibril berkata: "Tahukah anda di mana Anda sholat?", "Tidak", jawab beliau, Jibril berkata: "Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah".

Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: "berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!", setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun.
Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina', sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: "Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam".

Setelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api, setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. Kemudian Jibril berkata: "Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat, jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?"
Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya, melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya: "Wahai Jibril, siapakah mereka itu?", Jibril menjawab:" mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali.
Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak, beliau bertanya: "Wahai Jibril bau wangi apakah ini?", "Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak Firaun, dan anak-anaknya", jawab Jibril AS.
Masyitoh adalah tukang sisir anak perempuan Firaun, ketika dia melakukan pekerjaannya tiba-tiba sisirnya terjatuh, spontan dia mengatakan: "Bismillah, celakalah Firaun", mendengar ini anak Firaun bertanya: "Apakah kamu memiliki Tuhan selain ayahku?", Masyithoh menjawab: "Ya". Kemudian dia mengancam akan memberitahukan hal ini kepada Firaun. Setelah dihadapkan kepada Raja yang Lalim itu, dia berkata: "Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?", Masyithoh menjawab: "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah".

Mengetahui keteguhan iman Masyithoh, kemudian Firaun mengutus seseorang untuk menarik kembali dia dan suaminya yang tetap beriman kepada Allah agar murtad, jika tidak maka mereka berdua dan kedua anaknya akan disiksa, tapi keimanan masih menetap di hati Masyithoh dan suaminya, justru dia berkata: "Jika kamu hendak membinasakan kami, silahkan, dan kami harap jika kami terbunuh kuburkan kami dalam satu tempat".
Maka Firaun memerintahkan agar disediakan kuali raksasa dari tembaga yang diisi minyak dan air kemudian dipanasi, setelah betul-betul mendidih, dia memerintahkan agar mereka semua dilemparkan ke dalamnya, satu persatu mereka syahid, sekarang tinggal Masyithoh dan anaknya yang masih menyusu berada dalam dekapannya, kemudian anak itu berkata: "Wahai ibuku, lompatlah, jangan takut, sungguh engkau berada pada jalan yang benar", kemudian dilemparlah dia dan anaknya.
Kemudian di tengah perjalanan, beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur, setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban sholat.
Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk, tapi ternyata mereka lebih memilih untk menyantap daging yang mentah lagi busuk, ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab: "Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina), dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya".
Ketika beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan: "Wahai Muhammad, aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku", tapi Rasulullah tidak memperdulikannya. Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi, seandainya beliau menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi. Begitu pula beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya, yang tidak lain adalah panggilan nashrani, namun Nabi tidak menjawabnya. Walhamdulillah.
Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata: "Wahai Muhammad lihatlah kepadaku", tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya, Jibril berkata: "Wahai Nabi itu adalah dunia, seandainya anda menjawab panggilannya maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat".
Demikianlah perjalanan ditempuh oleh beliau SAW dengan ditemani Jibril dan Mikail, begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho). Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid, yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana.
Kemudian beliau masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS, masing-masing sholat dua rakaat. Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia, ternyata mereka adalah para Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah, lantas mereka berdiri bershof-shof menunggu siapakah yang akan mengimami mereka, kemudian Jibril AS memegang tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju, kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam. Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya' dan Mursalin.
Setelah itu Rasulullah SAW merasa haus, lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar dan susu, Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya, Jibril berkata: "Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam, jika anda memilih khamar niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda".
Kemudian setelah beliau menyempurnakan segalanya, maka tiba saatnya beliau melakukan mi'raj yakni naik bersama Jibril menembus langit satu persatu sampai akhirnya berjumpa dengan Khaliq-nya.
Setelah melakukan Isra' dari Makkah al Mukarromah sampai ke Masjid al Aqsha, Baitul Maqdis, kemudian beliau disertai malaikat Jibril AS siap untuk melakukan Mi'raj yakni naik menembus berlapisnya langit ciptaan Allah yang Maha Perkasa sampai akhirnya beliau SAW berjumpa dengan Allah dan berbicara dengan Nya, yang intinya adalah beliau dan umat ini mendapat perintah sholat lima waktu. Sungguh merupakan nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi umat ini, di mana Allah SWT memanggil Nabi-Nya secara langsung untuk memberikan dan menentukan perintah ibadah yang sangat mulya ini. Cukup kiranya hal ini sebagai kemulyaan ibadah sholat. Sebab ibadah lainnya diperintah hanya dengan turunnya wahyu kepada beliau, namun tidak dengan ibadah sholat, Allah memanggil Hamba yang paling dicintainya yakni Nabi Muhammad SAW ke hadirat Nya untuk menerima perintah ini.
Ketika beliau dan Jibril sampai di depan pintu langit dunia (langit pertama), ternyata disana berdiri malaikat yang bernama Ismail, malaikat ini tidak pernah naik ke langit atasnya dan tidak pernah pula turun ke bumi kecuali disaat meninggalnya Rasulullah SAW, dia memimpin 70 ribu tentara dari malaikat, yang masing-masing malaikat ini membawahi 70 ribu malaikat pula.
Jibril meminta izin agar pintu langit pertama dibuka, maka malaikat yang menjaga bertanya:
"Siapakah ini?"
Jibril menjawab: "Aku Jibril."
Malaikat itu bertanya lagi: "Siapakah yang bersamamu?"
Jibril menjawab: "Muhammad saw."
Malaikat bertanya lagi: "Apakah beliau telah diutus (diperintah)?"
Jibril menjawab: "Benar".
Setelah mengetahui kedatangan Rasulullah malaikat yang bermukim disana menyambut dan memuji beliau dengan berkata:
"Selamat datang, semoga keselamatan menyertai anda wahai saudara dan pemimpin, andalah sebaik-baik saudara dan pemimpin serta paling utamanya makhluk yang datang".
Maka dibukalah pintu langit dunia ini".
Setelah memasukinya beliau bertemu Nabi Adam dengan bentuk dan postur sebagaimana pertama kali Allah menciptakannya. Nabi saw bersalam kepadanya, Nabi Adam menjawab salam beliau seraya berkata:
"Selamat datang wahai anakku yang sholeh dan nabi yang sholeh".
Di kedua sisi Nabi Adam terdapat dua kelompok, jika melihat ke arah kanannya, beliau tersenyum dan berseri-seri, tapi jika memandang kelompok di sebelah kirinya, beliau menangis dan bersedih. Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah, bahwa kelompok disebelah kanan Nabi Adam adalah anak cucunya yang bakal menjadi penghuni surga sedang yang di kirinya adalah calon penghuni neraka.
Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanannya di langit pertama ini, tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada kelompok manusia yang dihidangkan daging panggang dan lezat di hadapannya, tapi mereka lebih memilih untuk menyantap bangkai disekitarnya. Ternyata mereka adalah manusia yang suka berzina, meninggalkan yang halal untuk mereka dan mendatangi yang haram.
Kemudian beliau berjalan sejenak, dan tampak di hadapan beliau suatu kaum dengan perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular, dan isi perut mereka ini dapat dilihat dari luar, sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu. Mereka adalah manusia yang suka memakan riba.Disana beliau juga menemui suatu kaum, daging mereka dipotong-potong lalu dipaksa agar memakannya, lalu dikatakan kepada mereka:
"makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia, yakni menggunjing atau berghibah".

Kemudian beliau naik ke langit kedua, seperti sebelumnya malaikat penjaga bertanya seperti pertanyaan di langit pertama. Akhirnya disambut kedatangan beliau SAW dan Jibril AS seperti sambutan sebelumnya. Di langit ini beliau berjumpa Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariya, keduanya hampir serupa baju dan gaya rambutnya. Masing-masing duduk bersama umatnya.
Nabi saw menyifati Nabi Isa bahwa dia berpostur sedang, putih kemerah-merahan warna kulitnya, rambutnya lepas terurai seakan-akan baru keluar dari hammam, karena kebersihan tubuhnya. Nabi menyerupakannya dengan sahabat beliau ‘Urwah bin Mas'ud ats Tsaqafi.
Nabi bersalam kepada keduanya, dan dijawab salam beliau disertai sambutan: "Selamat datang wahai saudaraku yang sholeh dan nabi yang sholeh".
Kemudian tiba saatnya beliau melanjutkan ke langit ketiga, setelah disambut baik oleh para malaikat, beliau berjumpa dengan Nabi Yusuf bin Ya'kub. Beliau bersalam kepadanya dan dibalas dengan salam yang sama seperti salamnya Nabi Isa.
Nabi berkomentar: "Sungguh dia telah diberikan separuh ketampanan". Dalam riwayat lain, beliau bersabda: "Dialah paling indahnya manusia yang diciptakan Allah, dia telah mengungguli ketampanan manusia lain ibarat cahaya bulan purnama mengalahkan cahaya seluruh bintang".
Ketika tiba di langit keempat, beliau berjumpa Nabi Idris AS. Kembali beliau mendapat jawaban salam dan doa yang sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya.
Di langit kelima, beliau berjumpa Nabi Harun bin ‘Imran AS, separuh janggutnya hitam dan seperuhnya lagi putih (karena uban), lebat dan panjang. Di sekitar Nabi Harun tampak umatnya sedang khusyu' mendengarkan petuahnya.
Setelah sampai di langit keenam, beliau berjumpa beberapa nabi dengan umat mereka masing-masing, ada seorang nabi dengan umat tidak lebih dari 10 orang, ada lagi dengan umat di atas itu, bahkan ada lagi seorang nabi yang tidak ada pengikutnya.
Kemudian beliau melewati sekelompok umat yang sangat banyak menutupi ufuk, ternyata mereka adalah Nabi Musa dan kaumnya. Kemudian beliau diperintah agar mengangkat kepala beliau yang mulya, tiba-tiba beliau tertegun dan kagum karena pandangan beliau tertuju pada sekelompok umat yang sangat banyak, menutupi seluruh ufuk dari segala sisi, lalu ada suara: "Itulah umatmu, dan selain mereka terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab ".
Pada tahapan langit keenam inilah beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS, seorang nabi dengan postur tubuh tinggi, putih kemerah-merahan kulit beliau. Nabi saw bersalam kepadanya dan dijawab oleh beliau disertai dengan doa. Setelah itu Nabi Musa berkata: "Manusia mengaku bahwa aku adalah paling mulyanya manusia di sisi Allah, padahal dia (Rasulullah saw) lebih mulya di sisi Allah daripada aku".
Setelah Rasulullah melewati Nabi Musa, beliau menangis. Kemudian ditanya akan hal tersebut. Beliau menjawab: "Aku menangis karena seorang pemuda yang diutus jauh setelah aku, tapi umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku".
Kemudian Rasulullah saw memasuki langit ketujuh, di sana beliau berjumpa Nabi Ibrahim AS sedang duduk di atas kursi dari emas di sisi pintu surga sambil menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur, di sekitarnya berkumpul umatnya.
Setelah Rasulullah bersalam dan dijawab dengan salam dan doa serta sambutan yang baik, Nabi Ibrahim berpesan: "Perintahkanlah umatmu untuk banyak menanam tanaman surga, sungguh tanah surga sangat baik dan sangat luas". Rasulullah bertanya: "Apakah tanaman surga itu?", Nabi Ibrahim menjawab: "(Dzikir) Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim".
Dalam riwayat lain beliau berkata:
"Sampaikan salamku kepada umatmu, beritakanlah kepada mereka bahwa surga sungguh sangat indah tanahnya, tawar airnya dan tanaman surgawi adalah Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar".
Kemudian Rasulullah diangkat sampai ke Sidratul Muntaha, sebuah pohon amat besar sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu untuk mengelilingi bayangan di bawahnya sekalipun memakan waktu 70 tahun. Dari bawahnya memancar sungai air yang tidak berubah bau, rasa dan warnanya, sungai susu yang putih bersih serta sungai madu yang jernih. Penuh dengan hiasan permata zamrud dan sebagainya sehingga tidak seorang pun mampu melukiskan keindahannya.
Kemudian beliau saw diangkat sampai akhirnya berada di hadapan telaga Al Kautsar, telaga khusus milik beliau saw. Setelah itu beliau memasuki surga dan melihat disana berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dipandang mata, didengar telinga dan terlintas dalam hati setiap insan.
Begitu pula ditampakkan kepada beliau neraka yang dijaga oleh malaikat Malik, malaikat yang tidak pernah tersenyum sedikitpun dan tampak kemurkaan di wajahnya.
Dalam satu riwayat, setelah beliau melihat surga dan neraka, maka untuk kedua kalinya beliau diangkat ke Sidratul Muntaha, lalu beliau diliputi oleh awan dengan beraneka warna, pada saat inilah Jibril mundur dan membiarkan Rasulullah berjalan seorang diri, karena Jibril tahu hanya beliaulah yang mampu untuk melakukan hal ini, berjumpa dengan Allah SWT.
Setelah berada di tempat yang ditentukan oleh Allah, tempat yang tidak seorang makhlukpun diizinkan berdiri disana, tempat yang tidak seorangpun makhluk mampu mencapainya, beliau melihatNya dengan mata beliau yang mulya. Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT.
Allah berfirman: "Wahai Muhammad."
"Labbaik wahai Rabbku", sabda beliau.
"Mintalah sesuka hatimu", firman Nya.
Nabi bersabda: "Ya Allah, Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat), Engkau mengajak bicara Musa, Engkau berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar, Engkau berikan Sulaiman kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin, manusia dan syaitan serta angin, Engkau ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan Engkau jadikan dia dapat mengobati orang yang buta dan belang serta menghidupkan orang mati".
Kemudian Allah berfirman: "Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu".
Dalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, bahwa rasulullah bersabda:
" ... kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat sehari semalam, lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam), lalu dia bertanya:
"Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?"
Aku menjawab: "50 sholat",
Musa berkata: "kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan sebab umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya",
Maka aku kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku, lalu diringankan 5 sholat (jadi 45 sholat), lalu aku turun kembali kepada Musa, tapi Musa berkata:
"Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya, maka mintalah sekali lagi keringanan kepada Allah".
Maka aku kembali lagi kepada Allah, dan demikianlah terus aku kembali kepada Musa dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman:
"Wahai Muhammad, itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam, setiap satu sholat seperti dilipatgandakan menjadi 10, maka jadilah 50 sholat".
Maka aku beritahukan hal ini kepada Musa, namun tetap dia berkata:
"Kembalilah kepada Rabbmu agar minta keringanan",
Maka aku katakan kepadanya: "Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku malu kepadaNYa".
Setelah beliau menerima perintah ini, maka beliau turun sampai akhirnya menaiki buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah, sedang saat itu masih belum tiba fajar.
Pagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya, maka sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan nabi telah gila dan tukang sihir, saat itu pertama umat yang membenarkan dan mempercayai beliau adalah Sayyiduna Abu Bakar, maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tadinya beriman, kembali murtad keluar dari syariat.
Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW, sebab beliau tidak mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau. Beliaulah Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya), Ash Shoodiq (selalu jujur) dan Al Mashduuq (yang dibenarkan segala ucapannya). Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.
Inilah ringkasan dari perjalanan Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang kami nukil dengan ringkas dari kitab Al Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat, keduanya karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany RA, Mahaguru dari Al Ustadz al habib Sholeh bin Ahmad al Aydrus.

isra' mi'raj sebagai hadiah Rasulullah SAW

Menerima bingkisan indah tentu kita akan tersenyum sekalipun belum tau apa itu isinya, setidaknya ada luapan kebahagiaan penerima bingkisan, apalagi itu diberikan oleh yang sangat kita hargai. Tentu saja spontan senang akan diperoleh. Itu baru bingkisan dari makhluk Allah SWT. Bagaimana bahagianya Rasulullah SAW ketika menerima hadiah berupa Isra' Mi'raj dari Allah SWT. Walapun belum teraba apa itu namun kita akan coba ambil hikmah dari pelajaran ini, yakni Isra' mi'raj dari segi sejarah.

Ketika perjuangan Islam dirintis dari awal oleh Rasulullah SAW sangat banyak rintangan, mulai dari tekanan kaum kafir, tekanan kaum yang tak beradap sampai dengan tekanan keimanan akibat ulah para pembenci Tauhid. Tak bisa dihilangkan dari sejarah bahwa Nabi kita pejuang sejati, tak pernah berduka ketika dilempari kotoran ke tubuhnya oleh para musuh. dengan perlahan tauladan yang baik jadi buah yang menjanjikan, dari Assabiqulnaawalun (orang yang pertama masuk Islam) sampai banyak pengikut beliau, dengan hanya kelompok kecil di rumah Arqom bin Arqom sampai ribuan umat mengikuti beliau. Subhanallah..ketika haji yang pertama hanya seribu pengikutnya selanjutnya haji seterusnya ada 120 ribu..sangat banyak tekanan namun beliau tetap berjuang menegakkan Islam. Istri yang luar biasa Khadijah, sebagai penguat jalan dakwah Rasulullah SAW, paman yang walau sampai akhir hayatnya belum menemukan hidayah, tetaplah Abu Thalib melindungi kemenakannya Rasulullah SAW. Orang yang sangat beliau cintai, ketika Khadijah telah dipanggil oleh pemilik jiwa begitu juga sang paman berpulang ke yang menciptakannya, tahun berduka untuk Rasulullah SAW, masa Islam terus ditegakkan dan saat itu Rasulullah SAW tetap berjuang demi Islam, demi iman, dan sabar dalam perjuangan. Allah SWT hadiahkan untuknya Isra' Mi'raj sebagai bukti keistiqomahan dan kesabarannya dalam Islam dan perjuangan.

Subhanallah..Kita bisa sangat belajar dari sini bahwa keistiqomahan dan kesabaran kita belumlah seberapa, tak ada apa adanya, tak harus untuk merasa diri yang terbaik karena belum apa-apa, teruslah kita belajar bahwa kita tak butuh banyak hadiah dari manusia yang kita butuhkan hanyalah hadiah dari zat yang menciptakan kita. Kita bisa belajar dari keistiqomahan Rasulullah SAW, kesabaran beliau, sangat banyak sekali, perjuangan yang menurut kita sudah tak membuahkan hasil namun janji Allah SWT tetaplah pasti.

Momentum Isra' Mi'raj ini sebagai bukti bahwa Allah SWT memberikan hadiah untuk Rasulullah SAW sekaligus ada perintah Sholat disana..kita terima hadiah itu untuk dijalankan dengan Istiqomah dan sabar..

"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (QS.Albaqorah:45) (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya. (QS.Albaqorah:46) ".

Senin, 13 Juni 2011

One year, Pandawa Limanya MIPA eN-hA

Sebuah konsekuensi bagi santri, belajar di sebuah pesantren yang amat menarik ini. Di bilang berjuang yah memang berjuang, ini adalah sebuah story tentang perjalanan 5 ikhwan yang ingin mengukir sebuah moment yang amat indah. Di pesantren Nurul Huda, diman tempat saya Tholabul ilmu terdapat kenangan yang sulit di lupakan, Pandawa, itulah kami menyebutnya, karena di kelas terdapat 5 ksatria yang siap untuk amrih ilmu, di MA Nurul Huda. Berawal dari masuknya semester gazal tahun 2008, di kelas 11 terdapat penjurusan untuk masuk ke program study di MA NH, yaitu, MAK (Religius science), (IPA)natural science, dan IPS (Social Science). Ternyat yang paling menarik adalah ketika cerita itu mulai, munculah 5 pandawa di Ntural Sicience, yaitu di IPA, wah .. siapa dia?

.
1. M.Nur Choyin, dia adalah sosok yang berani argumen di depan kelas bahkandi berani beragumen dengan guru yang berbeda pendapat. Orang nya pinter, cerdas, berbagai tropi di persembahkan buat MANH tercinta, dari bidang agama hingga bidang umum . Dia ulet rajin belajar hingga ia mampu juara di sekolah. Sehingga siswa berprestasi layak untuknya. Dan berbagai Beasiswa ia dapatkan, namun ia memilih untuk belajar di Program study ilmu keperawatan FKIK UIN syaHid Jakarta.


2. Alif Syafi’i, namanya yang amat familiar ini, semua santri mengenal, karen kita ngaji kitabnya imam syafi’i. Dia orangnya ramah, walaupun ia sering tidur terkadang ia mampu untuk mnyelesaikan soal2 yang di beri pak syiroj (guru kimai).. hahah. Dan pada akhirnya ia lulus dari MANH, mekanjutkan ke UNISMAjurusan Biologi, selamt berjuang sobat.


3. Rico Irawan, namanya mudah tapi sulit di lupakan, haha ini lah gue... hahah rico yang dulu sma kayak rico yang sekarang. Santri satu ini adalh santri yang sekuler pada awalnya, karen latar belakng nya adalah di SMP, tapi aku harus berani bersaing dengan mereka dengan bekal ilmu agama yang saitik. Pak Sarno, guru Fisika, adalah sosok yang menginspirasinya. Ternyata belajr ga perlu tegang ,serius. Namun enjoy and rilex. Aku menuntut diriku harus bisa. Sehingga orangnya gak pernah serius canda muluk. Capek deh. Aku pngen jadi fisikawan, namun apa lah rencana kita Alloh lah yang menentukan, akhirya sekarang aku di terima di FK UIN SyaHid Jakarta.

4.Ahmad Suryani, Suryani mirip namanya dengan waka kesiswaan, Pak Suryanto. Suyani adalah sosok yang berwibawa di hadapan adik kelas, dia orang serius, rajintidur ..bahkan terkadang berangkatnya setelah istirahat haha. Tapi dia punya semangat yang gigih. Ngaji sore tekun, berbagai kitab dikatamkan. Dan saat ini ia kuliyah di AKPER Aisyah Palembng.

.
5. Ahmad Rifa’i, orang nya pendiem, tapi banyak yang munhkin tersimpan dalam jiwanya tuk semangat dan bisa. Orangnya gak pernah absen, rajin , tak pernah telat. Dan rela mencari buah mangga demi teman-temannya. Hahah. Dan sekarang katanya sih melanjutkan di Pesantern Ash-Shiddiqiyah Jakarta.



Inilah mereka pandawa limanya MIPA eN-hA, berbagai kisah dijalaninya, dari ngaji bareng, belajar bareng, tidur bareng di sekolah, hingga kisah yang berkitan denga dhomir ha, haha tanyakan pada alif ahlinyahhaha apa gak pada Suryani. Dan kini tinggal kenangan, yang tersisa hanya harapan semoga kelak menjadi sebuah apa yang di impikan, dan dambakan orang tua, bangsa,dan agama. Sampai jumpa Reuni IKANUHA pada agustus 2011.

Kamis, 09 Juni 2011

Sebuah Renungan

Kemarin siang, di dalam sebuah metromini yang sedang berhenti mencari penumpang, di depan persipanag lebak bulus. Tiga bocah kecil berkejaran mendekati metromini yang saya tumpangi. Lalu dua diantaranya melompat ke dalam metromini, sembari tetap bersendagurau dengan satu temannya yang duduk di tepi trotoar.
Salah satu diantara mereka, seorang bocah laki-laki yang kutaksir berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun, memberikan salamnya kepada penumpang metromini. Kemudian bocah lainnya, yang nampaknya berusia lebih muda mulai menyanyikan sebuah lagu milik sebuah grup band baru yang sedang naik daun. Suara mereka bersahut-sahutan, kadang menyanyi bersama, sesekali masih tertawa-tawa dengan teman mereka yang menunggu di luar bis.
Metromini belum juga beranjak meskipun 15 menit sudah berdiam di tempat ini. Mungkin karena penumpang belum penuh. Kupandangi salah seorang dari bocah itu. Kecil, kurus, tak beralas kaki. Padahal wajahnya cukup tampan menurutku.
Bocah kecil itu memandangku. Semakin mengingatkanku pada si kecil, adik lelakiku yang kini berusia 9 tahun. Mungkin mereka sebaya, tingginya juga hampir sama, sama-sama berbadan kurus.
Akhirnya metromini beranjak juga, dan bocah-bocah itu masih disitu. Sebuah lagu religi dari Ungu keluar dari bibir-bibir kecil mereka.
“Segala yang ada dalam hidupku Kusadari semua milik Mu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena kutahu hanya Engkau Tuhanku…
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu…”

Ah, pikiranku langsung terbang ke suatu rumah sederhana di kota kretek, dimana tinggal sebuah keluarga bersahaja, dengan segala liku hidupnya. Adik-adikku, sedang apakah kalian? Mungkin saat ini kalian sedang menekuni buku-buku pelajaran dibawah pengawasan Bunda dan Bapak tercinta. Bunda kita yang keras dalam mendidik kita, cara yang dulu seringkali kubenci, namun kini sangat kurindukan.
Entah mengapa lagu yang dilantunkan mereka sangat mengena dalam hatiku. Betapa seharusnya ku selalu bersyukur atas semua anugerah yang diberikan Allah kepadaku. Aku memiliki sebuah keluarga yang bahagia, meskipun kami bukan termasuk keluarga berada. Aku memiliki keluarga yang begitu menyayangiku, meskipun seringkali terjadi konflik antara kami. Aku memiliki orangtua yang begitu sabar membimbingku hingga aku dewasa, meskipun aku seringkali mengecewakan mereka. Aku memiliki adik-adik yang begitu membanggakanku, meskipun aku seringkali memarahi mereka.
Ku kembali memandang bocah itu, pandangan mata kami beradu. Tatapan mata itu penuh dengan sorot kebahagiaan, keceriaan. Seperti tak ada kelelahan yang ia rasakan, padahal seharian ia harus berjuang untuk bertahan dari kejamnya ibukota. Apakah ia memiliki keluarga yang lengkap sepertiku? Apakah ia tak pernah lelah menjalani harinya? Ia begitu kecil, usianya masih terlampau muda, tapi betapa berat hari yang harus dilaluinya. Namun nampaknya ia begitu bahagia, keikhlasan terpancar dari matanya.
Mengapa seringkali aku lupa untuk selalu bersyukur? Mengapa aku teramat sering mengeluh dengan semua keadaanku, hanya karena aku sedang lelah, penat dengan rutinitas yang kujalani, ataupun saat saldo di rekening sudah menipis. Astaghfirullahaladziim. Aku telah kufur atas semua nikmat Mu. Ampuni aku Ya Allah. “Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa” .


“lebak bulus... lebak bulus...,” teriakan kernet metromini membuyarkan lamunanku. Aku harus segera turun. Kuserahkan beberapa lembar ribuan sebagai ongkos metromini, dan kumasukkan sejumlah uang ke bungkus permen yang dipegang si kecil itu. Dalam hati kuucap terimakasih karena telah menemani perjalanan singkatku kali ini, dan yang paling utama, terimakasih telah memberikan renungan yang sangat berharga bagiku. Bahwa aku harus selalu mensyukuri karunia Nya, dan tak lekas mengeluh atas semua yang terjadi

Rabu, 08 Juni 2011

Oleh oleh dari Om Bagus

A step ahead to my dreams.
Believe in Alloh.
Believe in yourself
Berawal dari sebuah rencana Pudek II FKIK (fakultas kedokteran dan ilmu pendidikan) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ibu Dra. Farida Hamid, M.Pd., untuk mengarahkan mahasiswa FKIK angkatan 2010 yang juga mahasiswa angkatan pertama yang menempati kampus baru ini, diselenggarakanlah training motivasi. Dengan tujuan supaya mereka benar-benar menjadi tenaga kesehatan yang handal, mampu berkomunikasi yang baik, serta mencerminkan mahasiswa Universitas islam dengan berperilaku yang sopan baik tindakan maupun perkataan. Acara ini diikuti oleh empat program study, yaitu PSIK (keperawatan), PSPD (Pend. Dokter), PSF (Farmasi), dan PSKM (Kesmas). Bertepatan pada hari kamis dan jum’at, 2-3 juni 2011, di auditorium utama FKIK UIN Jakarta.
Awalnya saya ogah mengikuti acara seperti itu, temen-temen juga meganggap bahwa acara itu mungkin bete abis, terutama temen temen sekelas , yakni PSPD. Kita beranggapan bahwa mungkin ini Cuma mendengar kan ceramah pagi sampai sore , apalagi acara nay dua hari. Namun demi meggugurkan kewajiban kita pun emngikuti nya walaupun datang nya terlambat yah ,,,,, tidak apa lah. Pembukaan pun dimulai, hingga sampai acara inti. Ternyata acara di isi oleh motivator senior,pemilik tubagus brain shool dan tantowi public school, tokoh public speaking dan hypnoteraphy. Ia adalah Mr. Tubagus Whyudi, beliau memberi pengantar dengan menyanyi ciptaannya , yang liriknya kurang lebih,
Aku ini orang yang profesional, punya mimpi pasti penuh ambisi, mengawali hari dengan simpati.... bla bla.




Semangat pun mulai bangkit, ternyata asyik juga. Di sela-sela acara ditampilkan juga sulap dan hypnoterapi, wah seruuu banget. Dan kita juga di ajarkan mengungkap bahwa sulap itu boongan, dan sekarang kita ngertid eh. Hayo siapa yang mau sulap panggil gue dong . Selain itu sesuai dengan tema kita di ajarkan hipnotis dengan tujuan motivasi positif. Dari sekian materi kita Cuma bisa mendengar dan melihat, serta memperhatikan, dan akn di jelaskan keesok harinya.
Dihari ke-dua, kiata fokus pada public speaking dan hipnotis serta membongkar sulap. Publik speaking memang tidak mudah, perlu latihan dan perlu adanya kebiasaan. Sebelumnya kita di ajarkan senam mulut agar vokal yang kita sebutkan jelas, dan raut wajah serta mimik tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Karena semua itu menunjukan karakter seseotrang, oleh karena itu, perlu belajar lebih, bahkan peltihan ini tidak cukup. Kemudian beliau mengajarkan hipnotis dengan olah fikir yang fokus sehingga motivasi dan komunikasi bisa tersampaikan.
Hal yang menarik adalah ketika di adakan lomba public speaking antar peserta dan yiga terbaik berhak menerima pin public speaking dari Bagus Brain Comunication. Juga tak kalah menarik dengan adanya berbagi sesama, jadi peserta di minta untuk menyumbang seikhlasnya apapun, untuk di beriak teman kita yang membutuhkan. Setiap kali ending pasti di akhiri dengan isak tangis para peserta karena adanya motivasi dan untuk menyadarkan betapa banyak dosa yang telah kita perbuat, teruma pada Alloh, orang tua, dan juga sesama kita.
Dengan tema A step ahead to my dreams. Believe in Alloh. Believe in yourself . Saya mampu menepis rasa yang ada dijiwa, betapa banyak harapan yangkita simpan dan itu harus kita ungkapakan dengan tetap berusaha dan keyakinan kita bisa. Terutam yakin kepada Alloh dan diri sendiri. Siapa lagi kalou bukan kita yang merubah diri kita sendiri. Berfikirlah lah yang positif, hindar kata-kata nenek moyang yang kita yakini adanya, namun disisi lain kita kan susah jika salah menggunakannya. ciptakan lah ucapan ynag baik yang bisa membawa kita pada kesempatan tuk bisa lakukan yang lebih baik . jaga tradisi yang dulu yang baik dan pakai tradisi baru yang lebuh baik. Karena Hukum Hidup ialah Hukum Kepercayaan. Makanya, apa yang anda percayai maka ia akan mempengaruhi hidup anda. Sebesar apa kepercayaan anda maka sebesar itulah hasilnya.
Kean saya seteah acra ini semngat ku bangkit dan rasa yang negtif terhadap dosen ku yang kolot-kolot, terutama PSPD bisa aku hargai. Dan harapan kita seoga acara ini bisa kontinyu hingga kedepan. Memnag manusia hanyalah insan yang tak sempuran, karena sempurna bukan mlik kita. Saya ucapkan terima kasih buat om Bagus and crew.

Minggu, 05 Juni 2011

Keep istiqomah, Positive thinking , be a succes, i think i can

tidak ada yang tidak mungkin”, serangkaian kalimat yang senantiasa mengingatkan bahwa semua ini hanyalah milikNya. Saat mata terlelap tidur, tidak akan terlihat suatu apapun kecuali sebuah mimpi. Aku ingin jadi dokter, yah ingat sekali. Kalimat inilah yang terucap dalam hati yang paling dalam sepontan saat aku mendengar sebuah ucapan dari orang tuaku dari hand phone ketika itu “le nomormu metu, sampean lulus le=jawa.(nak nomormu keluar, kamu lulus nak)”, terlihat emak tertaih dalam kata menahan haru, dari orang yang ia cintai, yang menjadi tumpuhan harapan kelak, sebuah harta yang tiada tara harganya. Sejenak aku terdiam, aku memandang langit yang tampak kehitam-hitaman bertanda rizki kan turun memberiakan setetes air bagi petani. Aku terharu, senang bercampur sedih. Senag aku bisa sekolah di tingkat universitas ternama di indonesia. Aku bisa sekolah semau ku. Aku menjadi maha siswa kedokteran yang tak pernah aku mimpi tuk bisa menjadi bagian dari mereka. Aku sekolah tanpa biaya ortuku. Sedih betapa berat amanah yang di berikan kepadaku , mampukah aku mengemban amanah ini dengan tanggung jawab yang tinggi. Ini adalah kesempatan sekaligus ujian dari Nya.
Waktu yang kunanti pun tiba, aku menjadi mahasiswa kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di sini FK lebih populer dikenal dengan PSPD (program study pendidikan dokter). PSPD dikenal elite, eklusif, namun satu lagi yang giman gitu, sombong.. gak juga kaleee. Disinilah saya menganal sipa loe, ni gue nih and bla bla bla... Pesantren adalah cekalan saya, mengingat saya nyantri hanya 3 tahun, namun itu harus membekas di jiwaku. Hari demi hari kulalui di PSPD, modul pertama adalah Kimia dasar, aku melongo apa an ini, jadi PSPD kayak gini, oww. Di sini saya mulai terpangaruh dan terhipnotis dengan kesan PSPD itu sulit, hati-hati di PSPD sulit, nanti stress lo, mendingan mundur dari sekaran. Hati ini goyah , bertanya-tanya iya nggak ya , iya nggak ya? Dan wah pas-pasan saya dapat nilai B. Bersyukur pada Nya adalah yang paling utama. Hingga satu semester aku lalui rasa itu senantiasa mengiringi, mengikuti, menjadi momok di sela-sela belajar ku. Aku berusha membuang rasa itu jauh-jauh. Semester satu berlalu walhasil, . syukur alhamdulillah aku mendapat IP 3,4. Dengan modal niat dan sungguh-sungguh serta mengharap ridho dari Nya, ku tantang rasa itu, okay kalau begitu semester dua ini saya harus bisa dan yakin bisa.
Saya menyadari bahwa saya harus percaya dengan keyakinan saya, yang menjadi acuan kelak pada masa ku. Jadi kerjakan apa yang bisa kerjakan have fun , lalui hari tanpa beban, namun bertanggung jawab. Tetap istiqomah, positive thinking, and a think i can.


Dokter Muslim

“Dan apabila aku sakit. Dialah Yang menyembuhkan aku. Dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.”
(Asy-Syu’araa: 80-82)
Filosopi Profesi Dokter / Tabib Muslim
1. Beriman kepada Allah, risalah-Nya, kitab-kitab-Nya, beriman kepada hari akhir, dan pada qadar-Nya yang baik juga yang buruk.
2. Dibentuk untuk menyempurnakan kesehatan selama ada kehidupan, Allah-lah yang memberi kehidupan dan kematian.
3. Berada pada puncak spesialisasi keilmuannya. Hikmah merupakan barang yang hilang dari orang mukmin, dimanapun ditemukan, maka dialah yang paling berhak daripada orang lain.
4. Jujur jika berbicara, menulis dan bersaksi.
5. Menjadi teladan yang baik. Jangan memerintahkan manusia kecuali yang diperihtahkan (Allah) dan tidak melarang mereka kecuali apa yang dilarang-Nya.
6. Sabar, baik dalam bicara, menjaga suara dan pandangan, berpenampilan rapi, memberi kesan terpecaya, menjaga kemuliaan, sopan pada semua, rendah hati dan tidak sombong.
7. Mensyukuri nikmat Allah, dan menyadari bahwa merupakan nikmat Allah-lah butuhnya manusia pada diri-Nya.
8. Mengobati pasiennya dengan obat yang dihalalkan Allah, kecuali jika terpaksa.
9. Mempunyai pengetahuan tentang fiqih, hukum-hukum ibadah, mampu menjawab pertayaan yang berhubungan dengannya dari para pasiennya; seperti rukhshah (keringanan) dalam berbuka puasa, manasik haji, hokum-hukum yang berkaitan dengan kehamilan, khitan perempuan, puasa dan lainnya dari berbagai rukhshah yang ada.
10. Selalu menambah ilmunya. Pada hakkekatnya, ini adalah merupakan iabadah selama kehidupan masih ada.
Apakah Anda semua seperti itu, Wahai saudaraku Para Dokter, Tabib?
Saya memohon kepada Allah Semoga kita seperti itu!
Aamiin……………………..Ys.

Jumat, 03 Juni 2011

Mimpi adalah titik awal dari kesuksesan

Saat kita terbangun di pagi yang cerah terdapat dua pilihan yang harus kita pilih, yaitu melanjutkan mimpi indah kita ATAU membuat impian kita menjadi kenyataan yang indah.

Kebanyakan orang hanya menganggap mimpi adalah suatu hal yang sepele dan hanyalah khayalan semata. Seharusnya mimpi yang kita punya jangan hanya dijadikan sebuah khayalan saja, tapi jadikan juga sesuatu tujuan (goal) yang ingin kita raih dan kita idam-idamkan untuk menjadi kenyataan di masa depan atau bisa kita sebut dengan IMPIAN. Kita harus mengubah mimpi kita menjadi impian, karena apabila menjadi sebuah impian kita bertekad dengan sungguh-sungguh dalam menggapainya.

Tapi perlu diketahui bahwa mimpi yang sudah menjadi impian pun tidak ada artinya apabila tidak ada usaha untuk merealisasikannya menjadi kenyataan. Bangunlah dari tidur kita lalu capai dan raihlah impian kita! Saya pernah mendengar kata yang sangat menginspirasi dari film Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yaitu, "Bukanlah seberapa besar mimpi Anda, tapi seberapa besar Anda untuk mimpi Anda."

Seringkali kita dengar, "Kalau mimpi jangan tinggi-tinggi 'Bro! Kalau jatuh nanti sakit!" Banyak orang yang tidak berani bermimpi dan memiliki impian tinggi karena kalau jatuh sakit. Sebenarnya tidak ada salahnya memiliki mimpi setinggi mungkin, asal kita bisa mengubahnya menjadi sebuah impian dan punya komitmen yang kuat dalam menggapainya. Banyak orang yang bermimpi setinggi mungkin tapi tidak menjadikannya sebuah impian, sehingga mimpi tersebut hanyalah menjadi angan-angan belaka. Ada juga yang sudah punya impian tapi tidak punya komitmen yang kuat, sehingga saat ada 1 orang saja meremehkannya malah langsung 3D (Drop, Down, Desperate) padahal ia tidak menyadari ada 100 orang yang mendukung mimpinya. Percayalah saat 1 pintu tertutup, masih ada 100 pintu terbuka. Hanya saja terkadang kita sudah 3D dulu sebelum menemukan 100 pintu terbuka itu. Saat kita punya komitmen, jatuh dari impian setinggi apapun hanya terasa seperti tersandung batu kerikil.


Simak kisah nyata dari Kolonel Sanders! Impiannya untuk membangun suatu restoran dengan konsep franchise ditolak oleh ribuan orang, dan pada orang ke-1007 barulah mimpinya diterima. Teman-teman, bayangkan komitmen dari Kolonel Sanders begitu kuat! Jatuh-bangkit sampai ribuan kali pun ia tetap memiliki komitmen sekeras baja. Maka dari itu, bermimpilah lalu ubahlah menjadi sebuah impian dan berkomitmenlah pada impian kita tersebut.

Semua orang-orang sukses di dunia tidak akan pernah sukses tanpa punya mimpi di awal karirnya. Karena saat kita bertekad untuk mau menjadi orang sukses, yang PALING penting itu bukanlah berani gagal, take action, bangkit setelah jatuh, mental baja. Bagaimana kita mau melakukan itu semua kalau mimpi dan tujuan belum ada? Maka yang paling penting, pertama kali, adalah PUNYA MIMPI. Tanpa adanya mimpi dan impian dari Thomas Alva Edison, Wright bersaudara, Graham Bell dan Albert Einstein sekarang manusia di bumi mungkin tidak mengenal yang namanya lampu bohlam, pesawat terbang, telepon dan teori relativitas. Itu mengatakan bahwa segala sesuatu berawal dari mimpi.


Ada suatu kisah menarik dari seorang legenda basket dari Amerika yaitu Michael Jordan, berawal dari mimpi yang dijadikannya sebuah impian yaitu menjadi seorang pemain basket terkenal. Suatu hari dengan impian dan tekad yang kuat, ia mengikuti perkemahan basket. Di sana ia sangat memukau, Michael memiliki kecepatan dan ketepatan melempar bola sangat akurat. Tidak ada satu orang peserta yang dapat menghentikannya dan ia pun yakin kalau ia akan lolos masuk ke tim basket universitasnya. Sampai pada akhir dari perkemahan, pelatihnya mengatakan bahwa Michael tidak dapat lolos ke tim basket karena tingginya kurang untuk seorang pemain basket. Seharian ia menangis dan menyendiri, sampai ia sadar dan bertekad bahwa impiannya harus dapat tercapai. Ia akan membuktikkan kepada pelatih basketnya bahwa ia pantas masuk tim basket!

Pada saat libur musim panas, setiap hari ia berlatih di gedung olahraga sekolahnya dengan tidak kenal lelah, ia juga sering bergelantungan di ring basket agar tingginya menambah. Setahun kemudian, tinggi Michael bertambah 10 cm dan saat ada seleksi pemilihan anggota tim basket ia mengikuti seleksi tersebut. Pelatih universitasnya dengan tidak ragu memasukan Michael ke dalam tim basket. Sampai akhirnya ia menjadi seorang pebasket legendaris yang tidak akan pernah dilupakan semua pecinta basket. Kejadian itulah yang membuat Michael memiliki kepribadian yang kuat dan komitmen tinggi.

"Saat 1 pintu tertutup, saya percaya masih ada 100 pintu yang terbuka". Walaupun Michael gagal dalam perkemahan basket tersebut, ia tidak mengakhiri impiannya. Ia tetap berjuang demi meraih impiannya menjadi seorang pemain basket, sampai pada akhirnya sebuah pintu pun terbuka untuk Michael. Moto hidup Michael adalah "Saya bersedia menerima kegagalan. Setiap orang pernah gagal. Tapi saya tidak mau jika saya tidak mencoba!"

Pernahkah suatu kali impian kita diremehkan orang lain? Tapi percayalah bahwa orang yang berkata seperti itu tidak pernah bermimpi, makanya hidupnya 'gitu-gitu aja'. Dunia mimpi adalah dunianya orang sukses! Saya sangat percaya akan hal itu. Tapi saat kita memiliki impian, jangan setengah-setengah, jangan tanggung-tanggung!

Semoga impian Anda, saya, dan kita semua yang sedang membaca artikel ini menjadi kenyataan. Apapun mimpi kita jadikanlah sebuah impian dan percayalah kalau impian adalah awal dari kesuksesan kita semua. Seperti dalam lirik lagu Laskar Pelangi, "Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia". Selamat bermimpi para pemimpi!


My medical romance “meet me at the oasis” The first spirit for run to study in the madical faculty

Perjalanan ini masih panjang, langkah demi langkah harus kita lalui dengan penuh kesabaran. Ketika semua adalah sebuah harapan yang mesti di tempuh dengan “fardhu ‘ain”. Sudah berarti mutlak harus dijalan dengan tulus dan ikhlas. Agar manfaat lan barokah.
Saya menilai di sela-sela study yang mengasyikkan ini ternyat terdapat “sulam”, yang artinya tangga. Tangga membantu seseorang untuk mengenal, mengerti, dan melangkah lebih mudah demi mencapai tempat yang lebih tinggi.
Pada Pend. Dokter UIN SyaHid Jakarta terdapat sebuah pengkaderan dan pelatihan dengan tujuan supaya maha siswa kedokteran yang banyak orang bilang kuliyahnya asyik ini, mampu berinteraksi lebih dekat dengan ilmu nya.
Inilah yang dinamakan Final Projeck, puncak dari serangkaian pengkaderan yang sangat asyik ini. Dengan demikian hal ini lah yang di maksud terdapat sulam/tangga menuju kesuksesan, sulam munajat. Semoga benar-benar menjadi sebuah tangga tuk meraih kesuksesan yang tinggi. Amin
(lebih detail tanya aj ke ricopspd@yahoo.co.id)