Saat
angin mengabarkan luka
Tentang
arah tanpa tujuan,
tentang
mimpi tanpa realita,
tentang
mendung tanpa hujan,
tentang
hujan tanpa pelangi,
Namun
bintang di angkasa sana selalu tersenyum
dengan
cercahan cahayanya
“Kapan
ini akan berakhir?” tanyanya
Tak
seorang pun mampu mengetahui, prediksi
Kapan
tujuan terkejar
Mungkin
nanti, besok, lusa, atau kemarin
Mungkin
setelah langit runtuh,
gunung
tercabut dari bumi,
atau
bahkan setelah mentari tak lagi singgah di senja hari.
Ia
memejam, barangkali ia berdoa:
“Semoga
di depan dapat ku temui Tuhan”
Akan
ada masa, di mana setiap tekad senantiasa membentuk harapan dan mimpi yang amat
tinggi,
namun
begitu indah
Disana,
di angka 26-27 ditemukannya, indah perangainya, santun pekertinya
ia
adalah ‘Pasmina biru’
Ciputat, 15 Februari 2015
@rico_IR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar