Kamis, 26 Februari 2015

PASMINA BIRU

Saat angin mengabarkan luka
Tentang arah tanpa tujuan,
tentang mimpi tanpa realita,
tentang mendung tanpa hujan,
tentang hujan tanpa pelangi,

Namun bintang di angkasa sana selalu tersenyum
dengan cercahan cahayanya
“Kapan ini akan berakhir?” tanyanya

Tak seorang pun mampu mengetahui, prediksi
Kapan tujuan terkejar
Mungkin nanti, besok, lusa, atau kemarin
Mungkin setelah langit runtuh,
gunung tercabut dari bumi,
atau bahkan setelah mentari tak lagi singgah di senja hari.

Ia memejam, barangkali ia berdoa:
“Semoga di depan dapat ku temui Tuhan”
Akan ada masa, di mana setiap tekad senantiasa membentuk harapan dan mimpi yang amat tinggi,
namun begitu indah
Disana, di angka 26-27 ditemukannya, indah perangainya, santun pekertinya
ia adalah ‘Pasmina biru’

Ciputat, 15 Februari 2015
@rico_IR

Tidak ada komentar: